//
you're reading...
Uncategorized

PDIP Tolak Koalisi, Golkar Hanya Jadi Pendukung Su-Su

*DPP dan DPD Dituding ‘Bantai’ Kader Sendiri

*Kader Dua Partai Besar Kecewa

ilustrasi

ilustrasi

MITRA News (Madiun), Menyusul rekomendasi PDIP dan Golkar jatuh pada pasangan Sukiman-Sugito (Su-Su) sebagai calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup), skenario politik dua partai besar dalam percaturan Pilkada Kabupaten Madiun 2013 bubar. Selain membuat para fungsionaris kedua partai kecewa, Golkar yang memiliki delapan kursi di DPRD akhirnya hanya sebagai pendukung pasangan Su-Su.

Hal itu diketahui, lantaran saat pendaftaran pasangan cabup dan cawabup ke KPU setempat, Rabu (30/1/13) sore, pasangan Su-Su secara resmi diberangkatkan memakai kendaraan PDIP dan bukan tiket Golkar.

“Meski Sukiman-Sugito mendapat rekom dari PDIP dan Golkar, bukan berarti ada koalisi. Sebab yang mengusung adalah PDIP dan Golkar hanya sebagai pendukung. Jika ada kemenangan, maka Golkar tidak bisa menguasi, karena bukan koalisi PDIP-Golkar,” kata Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Madiun Subari, sebelum rapat internal DPC PDIP terkait sosialisasi rekom DPP PDIP, Rabu (30/1/13).

Subari juga mengakui, turunnya rekom yang tidak sesuai aspirasi membuat situasi internal tidak solid dan peta politik berubah total. Sukiman yang sebelumnya ikut penjaringan PDIP mendapat rekom dari Golkar, sedangkan Sugito sebagai kader PDIP tapi tidak ikut penjaringan justru direkom oleh DPP PDIP dan Golkar.

“Jelas saya sangat terkejut dan kecewa berat. Yang kebangetan ya DPD dan DPP PDIP, dengan terang-terangan membunuh kader sendiri. Mestinya Supriyadi sebagai kader yang ikut penjaringan didulukan jangan dibunuh secara warasan. Kalau alasan Sukiman tidak senang ya biar cari partai lain, khan Sukiman bukan kader PDIP,” ucap Subari dengan nada emosi.

Sebagai partai besar, terangnya, PDIP tidak perlu merengek-rengek pada kader lain atau partai kecil. Namun yang terjadi sebaliknya, dampak dari permainan oknum, DPD dan DPP lebih memaksakan kehendak dengan merekom Sukiman-Sugito.

Menurutnya, apabila dalam pertarungan Pilkada mendatang, pasangan Su-Su menang tidak ada masalah. Namun, jika kalah, jelas nama besar partai yang jadi ‘tumbal’.
“Minimal kader sendiri dipertahankan agar partai tetap solid, tapi yang terjadi justru hasil penjaringan telah dibinasakan. Maka dari itu, nanti jika ada penjaringan, para kader kita seruhkan agar tidak mendaftar ke DPC, biar mendaftar ke DPD dan DPP saja,” ujarnya.

Pendaftaran pasangan cabup dan cawabup ke KPU Kabupaten Madiun ditutup pada Rabu (30/1/13) pukul 00.00 Wib. Dari 14 pengambil formulir pendaftaran, hanya dua pasangan calon yang mengembalikan. Yaitu pasangan incumbent bupati dan wakil bupati Madiun, Muhtarom-Iswanto (Muis) diusung PKB – Partai Demokrat mendaftar pukul 14.30 Wib. Dan pasangan Sukiman – Sugito diusung PDIP, tiba di KPU pukul 21.00 Wib.

Diketahui sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar setempat, Bagus Rizki Dinarwan selaku kandidat juga merasa didzolimi oleh elit DPD dan DPP. Lantaran ‘ditikam’ dari belakang melalui survei golkar, akibatnya terdepak dan rekom diberikan kepada pasangan Su-Su yang nota bene bukan kader Golkar.

Tidak hanya Bagus yang kecewa, tapi juga sebagian besar kader Golkar di DPD dan Pengurus Kecamatan se Kabupaten Madiun. Bahkan, mereka sepakat menarik semua dukungan kepada pasangan Su-Su dan tidak akan mengoptimalkan mesin partai. Kendati secara formalitas tetap mengamankan rekom DPP. “Praktis, peluang pasangan Muis untuk menang terbuka lebar,” kata para kader Golkar yang ditemui Memo. (jur)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: