//
you're reading...
Uncategorized

Umat Islam Jangan Terpengaruh Paham Radikal

* Islam adalah rahmatan lil ‘alamin

Pengajian umum Jamaah Nariah di Masjid Pondok Pesantren Asshidiqin Desa Prambon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jumat (18/1).

Pengajian umum Jamaah Nariah di Masjid Pondok Pesantren Asshidiqin Desa Prambon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jumat (18/1).

MITRA News (Madiun), Islam adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin. Namun banyak orang menyimpangkan kepada pemahaman-pemahaman yang salah kaprah, hingga muncul gerakan radikal. Untuk itu, perlu pemahaman – pemahaman yang benar sesuai tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu.

“Kita harus mengikuti ajaran Kanjeng Nabi Muhammad. Jangan sampai terpengaruh paham gerakan radikal yang menyimpang dari ajaran Islam,” kata KH. Abdul Halim, saat memberikan tausiyah pada pengajian umum Jamaah Nariah di Masjid Pondok Pesantren Asshidiqin Desa Prambon, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jumat (18/1/13).

Demikian juga dalam kehidupan sosial berbangsa dan bernegara, jelasnya, seharusnya dilandasi atas dasar nilai sosial. Sebab, manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup dengan sendirinya.

“Kita hidup di negara Indonesia yang bermacam-macam perbedaan, suku, agama, bahasa, karena itu umat Islam harus saling menghormati dan mempertahankan NKRI. Dan selalu mengikuti ahklak Kanjeng Nabi Muhammad,” jelasnya.

Ditegaskan, bahwa Islam tidak identik dengan kekerasan. Apabila selama ini, banyak berita tentang aksi teror bom, hal itu jelas tidak mencerminkan sebagai umat Islam sesuai ahklak Kanjeng Nabi Muhammad.

“Kita jangan meniru seperti diberitakan di televisi, orang Islam melakukan aksi bom. Mereka yang suka aksi bom itu berarti tidak mau mempelajari Islam secara benar. Yang dipelajari hanya jihad yang tidak sesuai dengan konsep Islam,” tandasnya.

Pengajian dimulai pukul 14.00 sampai 16.00 Wib, dihadiri ratusan jamaah dari berbagai desa di Kecamatan Dagangan, seperti jamaah dari Desa Prambon, Banjarejo, Banjarsari Wetan, Banjarsari Kulon, Jetis dan Mruwak. Usai pengajian, dilanjutkan tahlil (zikir widak) dipandu takmir masjid H. Mansyur.

Sekedar diketahui sebelumnya, seorang terduga teroris Agus Anton Figian (32) warga Desa Sewulan tetangga Desa Prambon Kecamatan Dagangan bulan Oktober lalu, ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Dia diduga berperan sebagai perakit bom dan penyandang dana aksi terorisme. Keberadaan Agus sejak awal tahun sudah diendus intelijen negara. (jur/hwi/*)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: