//
you're reading...
Uncategorized

Rekanan Proyek Kemenag Didenda Rp. 1,8 Juta Per Hari

ilustrasi

ilustrasi


MITRA News (Madiun), CV Cendrawasih asal Ponorogo, rekanan yang menggarap proyek pembangunan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Madiun di Caruban, senilai Rp. 1,82 miliar, dijatuhi sanksi denda. Lantaran, telat merampungkan pekerjaan bersumber dari APBN tersebut.

Kasi Urais Kantor Kemenag Kabupaten Madiun selaku Pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek, Samsul Hadi mengatakan, pelaksana proyek dikenakan denda sebesar Rp 1,8 juta per hari. ‘’Pembayaran denda akan dilakukan selepas pekerjaan rampung. Jaminan dari rekanan tidak akan kami serahkan sebelum denda dibayar,’’ ujar Samsul kepada wartawan, kemarin (11/1).

Menurutnya, pengerjaan proyek total senilai Rp. 5,5 miliar ini mendapat pengawasan ketat dari pejabat kemenag maupun kuasa pengguna anggaran, kepala Kemenag Kabupaten Madiun, Hafidz Bakri.

Bahkan Hafidz pernah menolak dua truk genting yang dipesan rekanan. ‘’Kejadiannya 20 Desember lalu, waktu itu ada kiriman dua truk genteng. Meski merk sama, kualitas genteng yang dikirim ini meragukan. Saat dites kekuatannya banyak yang pecah. Kepala kemenag pun langsung menolaknya dan minta diganti,’’ terangnya.

Kepala Kemenag Kabupaten Madiun, Haifdz Bakri mengatakan, pembangunan kantor tersebut memakan waktu yang mepet, selama 90 hari. Proyek itu dikerjakan sejak 2 Oktober lalu. Sebelumnya, alokasi anggaran yang ada di APBN sempat mendapat tanda bintang yang artinya masih menunggu pembahasan dari DPRD. Sehingga anggaran tidak bisa turun.

‘’Katanya awal 2012 tanda bintangnya mau dihapus. Ternyata tidak, saya sempat putus asa sebab hingga pertengahan tahun tidak kunjung ada kabar. Syukurlah, awal Agustus kami terima kabar dari Kanwil Jatim jika tanda bintang telah dihapus,’’ terangnya.

Meski anggaran turun, pihak kemenag harus segera menyiapkan perencanaan dan proses lelang dengan waktu yang mepet. Hasilnya, perencanaan bangunan rampung 19 September, selepas itu lelang pun digelar pihak Kanwil. ‘’Lelang pertama tidak berhasil, sebab 54 rekanan tidak ada yang memenuhi syarat. Retender pun dilakukan, kali ini ada 24 rekanan, dan CV Cendrawasih pun berhasil memenangkan. Itupun sempat terjadi sanggahan,’’ ujarnya. (jur)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: