//
you're reading...
Uncategorized

Kadin PU Pengairan Tersangka Makelar Dana Infrastruktur Rp. 25 M

* Sindikat Kasus Mafia Proyek APBN Terbongkar

ilustrasi

ilustrasi


MITRA News (Madiun), Kasus mafia proyek APBN satu persatu terbongkar. Kini giliran Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Pemkab Madiun, Antonioes Djaka Priyanto ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan makelar pengurusan dana cadangan infrastruktur yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahu 2011 senilai Rp 25 miliar.

Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Suhono dikonfirmasi membenarkan jika status Antonioes Djaka Priyanto sebagai tersangka. Menurutnya, penyidik dari kepolisian sudah mendapatkan bukti yang cukup dan juga mendapatkan petunjuk dari keyakinan jaksa.

“Baru seorang yang kami jadikan tersangka dalam kasus itu (makelar anggaran) dan kami belum bisa menyebutkan peran detailnya seperti apa,” kata Suhono kepada wartawan, kemarin (10/1).

Penetepan tersangka terungkap dari berkas dakwaan dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Bambang Setyo Hartono dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kota Mdiun, dengan terdakwa Antonius Sudarmanta, anggota Bagian Logistik KPUD Kota Madiun, kemarin (10/1).

Dalam berkas dakwaan tersebut disebutkan nama Antonioes Djaka Priyanyo sebagai tersangka dalam perkara yang sama dengan Antonius Sudarmanta. Adapun perkara yang sedang diadili adalah terdakwa telah melakukan tindak pidana penipuan karena menggalang dana ratusan juta rupiah dari 10 asosiasi pengusaha konstruksi untuk dijanjikan mendapatkan proyek Rp 25 miliar yang bakal cair 2 kali yakni masing-masing Rp 12,5 miliar dan Rp 12,5 miliar.

Singkat cerita, terkait upaya mendapatkan proyek Rp. 25 miliar dari pusat, Anton bertemu dengan lima rekanan jasa konstruksi di cafe Jl. Suhud Nosingo Kota Madiun untuk menawarkan proyek tersebut. Diantaranya, Agus Pramono, Pieter Hamonangan, Totok Suprapto, Sigit Ahimsa dan Aries Setiadi. Dalam pertemuan itu, Anton mengatakan ada proyek yang dapat dikondisikan untuk Kabupaten Madiun. Yaitu proyek dana cadangan infrastruktur Rp. 25 miliar.

Karena belum ada keyakiyan, kemudian diadakan pertemuan lagi ditempat yang sama dihadiri Kepala PU Pengairan Kab Madiun Antonioes Djaka Priyanto dan Fachurrosy (Kabid di PU Pengairan Kab. Madiun). Kedua pejabat itu mengaku sanggup untuk membantu masalah perencanaan proyek tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Antonioes Djaka Priyanto dan Fachurrosy meminta disediakan dana perencanaan Rp. 125 juta. Karena percaya dengan tawaran Anton, kemudian para pengusaha tersebut mengumpulkan uang. (jur)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: