//
you're reading...
Uncategorized

Proyek DAK Pendidikan Kabupaten Madiun Karut Marut

* Dewan Tuntut Dindik dan Kasek Tanggungjawab

ilustrasi

ilustrasi


MITRA News (Madiun), Pelaksanaan proyek fisik rehab sekolah bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) karut marut dan sarat penyimpangan. Sebab itu, Komisi D DPRD Kabupaten Madiun menuntut Dinas Pendidikan (Dindik) dan Kepala Sekolah (Kasek) bertanggungjawab.

Karut marutnya proyek rehab ruang kelas SD dan SMP, disinyalir banyaknya persekongkolan dan lemahnya pengawasan. ”Kasek dan Dindik harus bertanggungjawab atas karut marutnya proyek fisik rehab sekolahan,” kata anggota Komisi D DPRD Kabupaten Madiun, Beni Iswahyudi disela-sela sidak proyek fisik rehab sekolahan di wilayah Kare, Rabu (9/1).

Hasil temuan Komisi D, pekerjaan proyek rehab di SDN Cermo 01 dan ke SDN Cermo 06, Kecamatan Karee, menyimpang dari bestek. Selain itu juga molor dari jadwal, seharusnya selesai 5 Desember lalu.

Bentuk penyimpangan, diantaranya, pekerjaan pemasangan kayu blandar di SDN Cermo 01 tidak simetris dan sambungan atap yang tidak pada tempatnya.

“Kondisinya sangat memprihatinkan. Temuan kami, pekerjaan tidak sesuai ketentuan. Pekerjaan atap ada selisih sekitar 1 meteran,” timpal Anggota Komisi D Agus Setiyobudi.

Beny menambahkan, pekerjaan proyek fisik secara swakelola seharusnya kwalitas lebih bagus, dibanding dikerjakan oleh pihak ketiga. “Pengawasan lemah dan tidak ada tindakan konkrit,” tambah Beny seraya meminta Dindik dan Kasek menindaklanjuti rekomendasi hasil temuan Komisi D.

Menanggapi temuan Komisi D, Kasi Sarana dan Prasarana TK SD sekaligus PPTK proyek, Adrianto tidak mengelak. Pihaknya berdalih, faktor penyebabnya, selain cuaca juga kesulitan mendapatkan material atap dan keramik.

“Pekerjaan sudah 90 persen dan selama ini mengacu Juklak Juknis Kemendik. Mereka sudah kami ingatkan harus sesuai RAB,” kata Adrianto seraya berjanji akan melakukan perbaikan.

Sesuai data diperoleh, di Kabupaten Madiun terdapat 201 ruang kelas rusak ringan dan rusak sedang tersebar di 91 lembaga. Masing-masing ruang kelas itu mendapat gerojokan dana perbaikan sebesar Rp 69 juta.

Selain itu, terdapat 13 ruang kelas baru yang pembangunannya dilakukan tahun ini. Masing-masing mendapat anggaran pembangunan sebesar Rp 104 juta.

Sedangkan pekerjaan rehab untuk ruang kelas kategori rusak berat dilakukan dengan cara kontraktual. Totalnya dengan SLTP ada sekitar 121 lembaga yang mengerjakan rehab ruang kelas rusak berat. Untuk ruang yang direhabilitasi jumlahnya mencapai 257 dan masing-masing ruang mendapat jatah Rp 73,5 juta. Dan waktu pekerjaan awal Oktober dan selesai pada akhir Desember. (jur/hw)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: