//
you're reading...
Uncategorized

Hindari Paham Yang Salah Dengan Tiga Amalan

* Istighosah Warga Desa Mojorejo Madiun

Istighosah jamaah warga Dusun Sawo, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, di Masjid Al-Hidayah setempat, Rabu (26/12/12)..

Istighosah jamaah warga Dusun Sawo, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, di Masjid Al-Hidayah setempat, Rabu (26/12/12)..


MITRA News (Madiun), Untuk menghindari paham-paham agama Islam yang salah, umat Islam harus lebih memiliki pegangan dan amalan hidup. Salah satu pegangan dan amalan penting yang diberikan agama Islam adalah istiqamah, istikharah, dan istighfar.

Wejangan tersebut disampaikan KH. Amir Anas, mubaligh dalam acara Istighosah Masjid Al-Hidayah Dusun Sawo, Desa Mojorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, yang dihadiri ratusan jamaah, Rabu (26/12/12) . Turut hadir Kepala Desa Mojorejo Edy Kuwatno.

“Supaya tidak terpengaruh paham lain, kita harus banyak istiqamah, istikharah, dan istighfar. Sehingga kita tidak akan terombang-ambing dan tetap tegar menyebarkan Islam dengan cara yang baik,” kata KH. Amir Anas.

Sisi lain, dia juga menekankan pentingnya menjaga Ukhuwah Islamiyah, Wathoniyah dan Basyariyah khususnya dalam membangun persaudaraan maupun kerukunan antar masyarakat.

Ukhuwah Islamiyah memiliki makna yang besar dalam membangun persaudaraan berdasarkan kesamaan sebagai kaum Muslimin, baik didalam satu negara maupun antar negara. Ukhuwah Wathoniyah memiliki pengertian berdasarkan kesamaan tanah air dan kebangsaan Indonesia.

Sedangkan untuk Ukhuwah Basyariyah yakni membangun persaudaraan serta hubungan yang dibangun berdasarkan kemanusiaan, tanpa mengenal golongan, kelompoknya maupun agamanya.

Menurutnya, memperkuat silaturahmi antar masyarakat dan menjaga keharmonisan antar sesama merupakan modal dasar dalam membangun persatuan dan kesatuan. “Jangan kita menyakiti orang lain yang mempunnyai keyakinan berbeda, supaya tali persaudaraan tetap terjaga,” ujarnya.

KH. Amir Anas juga mengingatkan agar sebagai warga negara yang baik dan khususnya umat Islam, untuk selalu taat pada Allah SWT, Rasulullah dan pemerintah. “Kita harus taat dan berjuang dengan cara yang baik. Jangan sampai kita mengolok-ngolok pemerintah. Jika masih jelek ya harus diperbaiki, semua butuh proses. Seperti Kanjeng Nabi Muhammad SAW dalam memperjuangkan Islam juga dengan cara yang baik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Kepala Desa Mojorejo Edy Kuwatno menilai bahwa kesejahteraan, keamanan dan keadilan hingga saat ini masih belum terwujud dan dirasakan oleh masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu bersatu dan gotong royong. “Pelan-pelang mudah-mudahan kesejahteraan dan keadilan segera terwujud,” ujarnya saat memberikan sambutan.

Sekedar diketahui, aksi terorisme dengan mengatasnamakan jihad di Indonesia akhir-akhir ini semakin marak. Mayoritas pelaku teror adalah generasi muda dan bibit-bibitnya disinyalir banyak yang digodok di wilayah Kabupaten Madiun dan Magetan. Sehingga perlunya pemahaman Islam yang benar, sebab Al-Quran mengajarkan prinsip-prinsip perdamaian dalam konteks hubungan kemanusiaan universal. Islam justru menolak kekerasan dalam konteks apa pun. (hwi)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: