//
you're reading...
Uncategorized

Dewan Nilai Anggaran Panwas Madiun Tak Rasional

* Panwas Tidak Tahu Diri, Ancam Dipangkas

ilustrasi


MITRA News (Madiun) – Kalangan anggota DPRD Kabupaten Madiun Jawa Timur menilai, anggaran operasional pengawasan Pemilihan Bupati (Pilbup) diusulkan panitia pengawas (panwas) senilai Rp. 3,7 miliar tidak rasional dan mengada-ngada. Sebab itu, harus dipangkas dan dialihkan untuk kepentingan masyarakat.

“Kalau hanya untuk Pemilukada Kabupaten Madiun saja, anggaran sebesar itu ya nggak rasional. Ngitungnya darimana ?,” kata anggota Komisi A DPRD setempat, Suprapti, Kamis (29/11/12).

Alasan tidak rasional, jelasnya, lantaran alokasi anggaran pengawasan pemilihan Gubenur dan pemilu legislatif sudah ada pos tersendiri. Karena itu, pihaknya akan berupaya mengawal dan mengkaji ulang usulan anggaran panwas tersebut.

“Waktu pemilu hampir berurutan. Kalau tidak dikaji, kami kwatir akan terjadi tumpang tindih anggaran. Siapa bertanggungjawab kalau terjadi duplikasi anggaran,” ujar legislator mantan Kades ini.

Hal senada juga ditegaskan anggota Komisi B DPRD dari PKS, Handoko Pur Sigit. Usulan alokasi anggaran Panwas Rp. 3,7 miliar terlalu naïf. Selain tidak realistis, panwas juga tidak tahu diri atas kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten Madiun. Apalagi, jumlah anggota panwas hanya tiga orang.

“Kita tidak keberatan mengusulkan anggaran naik dari tahun 2008, tapi ya harus realistis dan proporsional. Permasalahane bukan berapa. Tapi kudune money follow fungsion. Bukan malah sebaliknya, makanya harus tahu diri dong kondisi keuangan Pemkab,” katanya seraya berjanji akan mengkaji ulang.

Hal berbeda diungkapkan Suyitno anggota Komisi B dari Partai PAN. Pihaknya mengusulkan agar alokasi dana operasional panwas diambilkan dari pos Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Madiun yang diusulkan mencapai Rp. 31 miliar.

”Hasil pemangkasan digunakan untuk membiayai kegiatan Panwas. Jika pos anggaran di KPUD tidak bisa diutak-atik, maka pos-pos lain harus dibongkar untuk membiayai Panwas,” pintanya.

Sebelumnya, Ketua Panwas Kabupaten Madiun Slamet Widodo mengklaim jika usulan anggaran Rp 3,7 miliar sudah realitis. Sebab, tersedot untuk honorarium, rekruitmen Panwascam dan PPL. Selain itu, untuk menunjang kebutuhan operasional, rapat dan kebutuhan lainnya. (jur/hwi).

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: