//
you're reading...
Uncategorized

Rekanan Bantuan Kambing Jalinkesra Angkat Bicara

ilustrasi


MITRA News (Madiun)– Perwakilan CV Prima Jaya Cool, Heru Satrio, rekanan pengadaan bantuan kambing program Jalin Kesra dari Pemprov Jatim untuk rumah tangga sangat miskin (RTSM) di Kabupaten Madiun akhirnya angkat bicara soal temuan kasus bantuan kambing diduga menyimpang atau tidak sesuai spek.

Heru Satrio mengakui, jika sejumlah temuan kambing tidak sesuai spek. “Ini karena kami kesulitan mencari kambing. Karena harga melonjak. Belum lagi, karena ada belantik yang memanfaatkan kesempatan dibalik program ini,” kata Perwakilan CV Prima Jaya Cool, Heru Satrio kepada Memo, Kamis (22/11/12).

Menurut Heru, kenaikan harga kambing berkisar antara 20 hingga 25 persen. Jika biasanya, satu ekor kambing ukuran sesuai spek harganya hanya berkisar Rp 550 hingga Rp 600 ribu, tapi pada saat program Jalin Kesra berjalan harga itu langsung meningkat antara Rp 750 hingga Rp 800 ribu per ekor.

Meski demikian, jelasnya, bukan berarti pihaknya melakukan mark up atas harga kambing. Sebab, HPS kambing yang ditetapkan Rp 2,4 juta per satu paket. Tapi, dalam tender pihaknya menawar harga kisaran Rp. 2,1 juta per paket. Sesuai kajian ilmiah dari Universitas Brawijaya, kambing dengan badan 50 cm sudah sesuai spesifikasi.

“Dengan dana Rp 2,1 juta, kami harus mencukupi satu ekor kambing jantan dan tiga ekor betina ditambah obat-obatan serta cadangan kambing pengganti yang ditemukan mati. Inilah konflik rekanan. Sedangkan kami tahu ini ada hal pakem yang tidak boleh dilanggar. Dan program ini harus berhasil,” jelasnya.

Pihaknya juga menegaskan, bahwa kambing yang dibeli sejak awal dalam kondisi sehat. Kalaupun ada temuan kambing yang sakit-sakitan, hal itu dipicu akibat perjalanan jauh. Sebab, pembelian kambing berasal dari Jombang, Nganjuk, Mantingan dan Tuban.

“Semua kambing pada saat pengadaan sehat semua. Jika ada yang sakit, kita langsung memberikan obat-obatan, mulai dari obat injeksi hingga tetes mata. Hanya kendalanya penerima banyak yang belum memahami cara penggunaan obat,” terangnya.

Bahkan penerima juga akan mendapat ganti rugi, apabila kambing mendadak mati setelah H+5 sejak diserahkan. ”Ada kartu garansinya. Tapi, penggantian ini tidak serta merta. Nanti ada waktu tersendiri. Setelah pengadaan tuntas, barulah penggantian. Biar tidak tumpang tindih,” jelasnya.

Heru juga berharap, masalah kambing tidak dijadikan komoditas kepentingan politik pihak tertentu. Sebab, program tersebut tujuannya sangat mulia untuk mengangkat kesejahteraan warga tidak mampu. “Program ini punya visi mulia untuk RTSM. Ingin memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Informasi diperoleh, pengadaan kambing Jalin Kesra dimulai bulan Oktober dan sudah harus berakhir pada 15 Desember mendatang. Hingga saat ini CV Prima Jaya Cool baru menuntaskan target pengadaan sekitar 60 persen. Untuk bisa tuntas hingga 100 persen, rekanan masih kekurangan sekitar 500 hingga 600 paket. (emy/mm)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: