//
you're reading...
Uncategorized

Kebacut, KPPT Tak Punya Data Valid Tower

* Pengusaha Lecehkan Undangan, Hearing Buyar

ilustrasi


MITRA News (Madiun) – Betul-betul parah. Kantor Pelayanan dan Perijinan Terpadu (KPPT) Kabupaten Madiun, tidak memiliki data valid soal jumlah serta izin tower atau menara telekomunikasi seluler (BTS).

Hal itu terungkap saat hearing digelar Komisi A DPRD, Kamis (22/11/12). Akibat data tak valid dan banyak pemilik tower yang mangkir dari undangan, hearing membahas keberadaan 19 tower ilegal tersebar di delapan Kecamatan menjadi buntu.

“Kami prihatin, KPPT tidak punya data konkrit tentang jumlah tower baik yang punya ijin, sedang dalam proses maupun tower ilegal. Makanya hearing kita stop sampai data di bawa KPPT lengkap,” kata Sugito Anggota Komisi A DPRD setempat usai hearing.

Menurutnya, selama ini KPPT tidak punya data sendiri, melainkan memperoleh data dari Kecamatan. Akibatnya, saat dilakukan croscek, data pemilik tower dengan KPPT tidak singkron.

“Salah satu pemilik tower saat ditanya punya tower 38 unit. Tapi, KPPT justru mengklaim, jika pemilik tower tersebut punya 40 unit. Ini khan tidak sinkron. Kok selisih. Saat KPPT kami tanya dari mana data tersebut, dijawabnya data dari kecamatan. Dan KPPT mengaku tidak punya data konkrit. Aneh sekali,” terang Sugito dengan nada kesal.

Sementara itu, Kepala KPPT Kabupaten Madiun Bambang Margono membenarkan pihaknya tidak memiliki data valid jumlah tower. ”Data kami memang atas laporan dari para camat. Kami nggak punya data sendiri. Sehingga, data yang kami bawa dihearing nggak lengkap,” ujar Margono.

Alasan klasik Margono, pihaknya hanya mengelola data yang ada per Juli 2005. Data atas laporan camat, hingga bulan Oktober ini terdapat sekitar 105 unit menara di Kabupaten Madiun.

”Kalau ada lagi ya nggak tahu. Soalnya, sebelum Juli 2005 ada beberapa SKPD yang mengelola tower. Yaitu Satpol PP, Dinas PU dan Dishubkominfo. Tapi, saat kami minta, ternyata mereka juga nggak punya,” jelasnya seraya berjanji akan melengkapi data saat hearing lanjutan nanti.

Soal mangkirnya sejumlah pemilik tower, Bambang mengaku sebagian besar karena pemilik tower ilegal. ”Pikir saya diundang pakai surat Sekda, mereka hadir. Nyatanya ya tidak mau memperhatikan undangan Sekda. Tapi memang diantara mereka towernya ada yang bodong,” ungkapnya.

Diketahui, hearing berlangsung mulai pukul 10.30 Wib dan berakhir pukul 12.00 Wib hanya dihadiri tiga perwakilan pemilik tower. Yaitu PT. Telkom Seluler diwakili Faturahman, PT Telkom Flexi Ali Murtoko dan PT Citra GAIA diwakili Mulyadi.

Sedangkan sembilan pemilik tower lainnya yang ‘melecehkan’ undangan hearing dari Pemkab Madiun, diantaranya PT Exel Comindo Pratama, PT Natrindo Telpon Seluler, PT Solosindo Kreasi Pratama, PT Dian Swastatika Sentosa, HCPT CV. Telecomunication, PT Retower Esia, PT Nurama Indo Tama, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia, PT Indosat. (emy/mm)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: