//
you're reading...
Uncategorized

Dewan Minta Aparat Usut Kambing Jalin Kesra

ilstrasi


MITRA News (Madiun) – DPRD Kabupaten Madiun meminta aparat hukum mengusut dan menindaklanjuti temuan soal indikasi penyimpangan penyaluran ribuan ekor kambing program Jalin Kesra dari Pemprov Jatim untuk rumah tangga sangat miskin (RTSM) di Kabupaten Madiun.

“Kami akan akan membahas serius temuan dilapangan untuk ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Sebab fakta dilapangan, banyak kami temukan kambing tidak sesuai spek,” kata Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Rudy Triswahono disela-sela sidak ke penerima bantuan kambing di Desa Purwosari, Kecamatan Wonoasri, Selasa (20/11/12).

Hasil temuan Komisi B dilapangan, jelasnya, melihat kondisi kambing yang diterima warga, ditafsir hanya seharga Rp. 300 ribu sampai Rp. 400 ribu rupiah. Padahal, sesuai spek pagu anggaran, untuk satu paket (berisi 4 ekor kambing) sekitar Rp 2,4 juta. Jika dipecah, rata-rata harga kambing sekitar Rp 600 ribu.

”Karena itu, segala bentuk dugaan penyimpangan bantuan kambing dilakukan oleh rekanan itu tidak bisa ditolerin. Karena, kambing yang diberikan justru membebani warga penerima. Waktu dekat, pihak rekanan akan kita panggil,” kata Rudy.

Hal senada ditegaskan Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Suwandi. ”Setelah kita melihat dilapangan, kondisi kambing jelas-jelas jauh menyimpang dari spesifikasi,” timpal Suwandi.

Menurutnya, dalam hal kambing bantuan sebenarnya terdapat dua spesifikasi. Yaitu, kambing jantan tinggi badan minimal 58 cm dan jika betina 57 cm dan minimal tinggi badan 60 cm dan jika betina 58 cm.

Kriteria lain, terangnya, kambing harus sudah poel, sehat dan bebas dari segala penyakit seperti cacat mata, tanduk patah, pincang, lumpuh, kaki dan kuku abnormal, serta tidak cacat tubuh dan alat reproduksi, abnormal, tidak menunjukkan gejala kemandulan. ”Sedangkan bantuan kambing diberikan warga di Kabupaten Madiun, tidak layak disebut kambing. Tapi cempe,” ujarnya.

Diketahui, pengadaan kambing bantuan di Kecamatan Wonoasri dan Saradan dilakukan oleh CV Prima Jaya Cool beralamat di Rt 3 Rw 2 Desa Karangsemi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. Catatan Memo, dalam program ini CV Prima Jaya Cool mengadakan sebanyak 6368 ekor bibit kambing lokal, dan 56 ekor bibit domba serta 1952 ekor ayam. Sedangkan Direktur CV Prima Jaya Cool martin belum berhasil dihubungi. (emy/mm)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: