//
you're reading...
Uncategorized

Sidang Korupsi Mantan Kadis PU Pengairan Molor

ilustrasi


MITRA News (Madiun) – Sidang kasus dugaan korupsi proyek pembangunan plengsengan Kali Glonggong, Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, dengan terdakwa mantan Kepala Dinas (Kadis) PU Pengairan Kab Madiun Budijono bersama Yuyun Purwati dan Samidi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya, kemarin (14/11) molor. Sebab, majelis hakim tugas ke luar negeri.

Hal itu diungkapkan penasehat hukum para terdakwa, Indra Priangkasa SH kepada wartawan, kemarin (14/11/12). “Majelis hakimnya ada tugas ke luar negeri. Sidang ditunda lagi selama dua minggu. Kalau agendanya masih saksi. Baru sekitar lima saksi yang sudah diperiksa. Sementara saksi-saksi yang diajukan jaksa yang sudah diperiksa. Saksi dari kita yang meringankan, belum”, kata Indra Priangkasa, kepada wartawan, Rabu (14/11).

Diketahui, sidang dugaan korupsi proyek plengsengan ini berlanjut, setelah Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jawa Timur menolak eksepsi terdakwa pada sidang Agustus lalu. Dalam putusan selanya, keberatan eksepsi sudah masuk materi pokok perkara. Sehingga Majelis Hakim menyatakan uraian surat dakwaan sudah jelas dan lengkap menurut hukum.

Kasus ditangani Kejaksaan Negeri Madiun setelah ada laporan dari LSM terkait ambrolnya pembangunan plengsengan sungai Glonggong yang dibangun tahun 2009 lalu senilai Rp. 810 juta.

Kejaksaan menetapkan tiga tersangka yaitu Yuyun Purwanti selaku kontraktor Direktur CV Rio, Budijono mantan Kepala Dinas PU Pengairan Kabupaten Madiun dan Samidi pengawas proyek Dinas PU Pengairan Kabupaten Madiun. Karena, tidak sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) Pekerjaan Umum Nomor 43/PRT/M/2007 tertanggal 27 Desember 2007, tentang Standar Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Kontruksi.

Terdakwa Yuyun didakwa melakukan tindak pidana korupsi pasal 3 dan 7a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dia diduga telah melakukan kesalahan prosedur pada pembangunan penahan tebing Kali Glonggong, Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo tahun 2009 yang didanai dari dana Desentralisasi Fiskal Percepatan Pembangunan Daerah (DPDF-PD) Dinas PU Pengairan Kab. Madiun yang disebabkan pelaksanaan, perencanaan dan pengawasan tidak dilakukan secara benar.

Sedangkan dua terdakwa lainnya yaitu, Budijono dan Samidi pengawas proyek didakwa melakukan tindak pidana korupsi pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kendati sudah menjalani sidang, namun ketiga terdakwa tidak ditahan. Alasannya mereka sanggup mengembalikan kerugian negara. Sedangkan uang negara yang sudah dikembalikan oleh terdakwa Yuyun ke Kejaksaan sebesar Rp. 200 juta. (emy/mm)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: