//
you're reading...
Uncategorized

Konvoi, Anggota Pesilat Terate Dihajar Oknum Tak Dikenal

* Wakapolda Nilai Rawan Ditumpangi Politis


MITRA News (Madiun) – Salah satu peserta konvoi rombongan pesilat Persaudaraan Setia Hati (PSH) Terate babak belur dihajar orang tidak dikenal di depan Batalyon Lintas Udara (Yonlinud) 501/Bajra Yudha, Jalan Urip Sumoharjo Kota Madiun, dalam perjalanan berangkat berziarah, Kamis (15/11/12).

Informasi dilapangan menyebutkan, korban diketahui bernama Deni Pramoda, warga Dusun Tomo Kecamatan Kendal Kabupaten. Ngawi dan kini menjalani pemeriksaan di Mapolres Madiun Kota. Sedangkan pelaku diduga oknum belum diketahui identitasnya.

Awalnya, korban yang mengikuti konvoi rombongan PSHT menggunakan kendaraan sepeda motor hendak ziarah ke makam Ki Harjo Utomo di Kel. Pilangbango Kec.Kartoharjo Kota Madiun dan Makam Imam Soepangat Jl.Sarean Kec Taman Kota Madiun (Tokoh PSHT Pusat Madiun).

Naas, saat melintas di Jl Urip Sumoharjo kawasan depan Batalyon Lintas Udara (Yonlinud) 501, korban yang memakau helm warna hijau TNI tiba-tiba langsung dihentikan sekelompok orang berpakaian seragam olah raga trening dinas. Pelaku memaksa meminta helm dipakai korban, namun korban menolak.

Saat itulah, pelaku langsung memukul korban dan merampas helm korban. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka memar pada bagian pipi sebelah kanan dan hidung berdarah. Selanjutnya korban dibawa ke Pos Polisi Manguharjo dan kemudian dibawa ke Sat Rekrim Polres Madiun Kota untuk dimintai keterangan sebagai saksi korban. “Tiba-tiba helm diminta dan dipukul,” ungkap saksi mata.

Sejumlah petinggi TNI di Madiun maupun Kepolisian yang berada dilokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara belum ada yang memberikan keterangan resmi atas insiden tersebut.

Diketahui, kejadian serupa juga pernah terjadi pada 1 Muharram 1433, tanggal 18 Desember 2011 lalu. Saat rombongan PSHT Magetan melintas di Jl. Urip Sumoharjo Depan Asrama Yonif Linud 501 Kota Madiun, tiba-tiba dilempari batu oleh oknum tidak dikenal.

Akibat kejadian itu, rombongan PSHT langsung berhenti dan terjadi bersi tegang. Hingga balik menyerang melempar batu mengenai genting asrama. Sisi lain juga ada salah satu oknum diduga melakukan pemukulan terhadap salah satu peserta rombongan PSHT.

Secara terpisah, Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol Edy Sumantri, menilai keberadaan dua pusat perguruan silat yang ada di Madiun rawan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan yang bersifat politis.

“Politik itu sangat berkaitan dengan jumlah suara. Jadi sangat masuk akan jika ada yang menafaatkan perguruan. Karena memang perguruan silat memiliki anggota yang banyak,” ujarnya di Madiun, Kamis (15/11/12).

Brigjen Pol Edy Sumantri yang ditemui usai memimpin apel pengamanan acara “nyekar” perguruan silat setia hati teratai di alun-alun Kota Madiun, mengatakan, karena adanya kerawan tersebut maka harus ada pembinaan. Pasal saat ini sudah mendekati pesta demokrasi mulai dari pileg sampai dengan pilpres. (emy/mm)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: