//
you're reading...
Uncategorized

Kader GP Anshor Jadi Figur Alternatif Cabup Madiun

ilustrasi


MITRA News (Madiun) – Geliat suhu politik menjelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Madiun 2013 yang masih didominasi figur lama mulai panas. Ini menyusul gerakan sejumlah elemen masyarakat dan partai politik yang mulai menyodorkan figur alternatif calon bupati.

Uniknya, figur alternatif yang diusung adalah Kepala KUA Jiwan Kabupaten Madiun, H. Maskuri yang juga mantan sekretaris GP Anshor, Kota Madiun. Sensasi pencitraan dibangun melalui pemasangan baliho di empat Kecamatan.

Seperti di wilayah Jiwan, Wungu, Geger dan Dagangan. Tulisannya pun cukup mencolok dengan jargon “pesan Pak Ku…Ri dan gambar dari Maskuri”. ”Rencananya 14 kecamatan lain akan dipasang baliho. Tujuannya untuk lebih dikenal masyarakat,’’ ujar Markuri kepada wartawan.

Maskuri sejak lama telah dilirik sejumlah partai politik dan elemen masyarakat untuk maju dalam laga Pemilukada Mei 2013 mendatang. Sebab, salah satu partai telah memasukan namanya dalam survai bakal calon bupati maupun wakil bupati Madiun. ‘’Pengajuan ikut survai Oktober lalu, mungkin hasilnya baru diketahui akhir tahun ini. Ya harapannya, hasilnya bagus,’’ terangnya.

Menurutnya, keikutsertaannya dalam pemilukada ini juga didorong niatan untuk membangun Kabupaten Madiun lebih baik. Sebab, meski tinggal di Ponorogo, tapi memiliki ikatan emosional kuat dengan warga Kabupaten Madiun.

‘’Keikutsertaan saya dalam survai partai ini juga dorongan dari kalangan anak muda NU. Secara personal, banyak anak muda yang mendorong saya maju dalam Pilkada, meski secara organisasinya belum ada,’’ jelasnya.

Diketahui, pemilukada merupakan kesempatan bagi warga menentukan pemimpinnya untuk lima tahun ke depan Untuk mendapatkan figur ideal dan ‘layak pilih’ dibutuhkan kecerdasan dan kejelian dalam memilih.

Namun hingga saat ini, baru dua nama kandidat calon bupati yang namanya menguat di bursa pemilukada. Yaitu Muhtarom bupati madiun (ketua DPC PKB Kab Madiun), dan Sukiman mantan Sekda Kabupaten Madiun.Keduanya berangkat melalui tiket PDIP. Dan dua bakal calon wakil bupati PDIP lainnya yaitu Supriadi serta pengusaha asal Geger, Sofia Ervan. Meski demikian, tiket kendaraan mereka hingga belum jelas. Ketidakjelasan juga terjadi di Partai Golkar.

Sedangkan hasil survei Parade Madiun pada bulan Januari sampai September ini, prosentase masyarakat belum menentukan pilihan cukup besar yaitu sekitar 48,66 persen. Sehingga sangat dimungkinkan, jika ada calon pemimpin alternatif mempunnyai peluang cukup besar. (emy/mm)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: