//
you're reading...
Uncategorized

Wartawan Demo Tuntut Kasus Kebakaran Hutan Diusut

* Tidak Terima Dituduh Pelaku Pembakaran

ilustrasi


MITRA News (Madiun) – Puluhan wartawan tergabung dalam Forum Wartawan eks-Keresidenan Madiun (FWM), Senin (12/11/12) malakukan aksi damai di alun-alun Kota Madiun. Mereka tidak tarima atas pernyataan Administratur KPH Madiun Istiono yang menuduh oknum wartawan pelaku pembakaran hutan di wilayah Wungu Kabupaten Madiun.

Dalam aksinya, para wartawan meletakkan kartu pers dipermukaan aspal sebagai bentuk ungkapan anti kriminalisasi dilakukan KPH Madiun terhadap insan pers dan membentangkan sejumlah spanduk/poster diantaranya bertuliskan, “Stop kriminalisasi pers, Kami jurnalis bukan pembakar hutan, Usut tuntas kebakaran hutan KPH Madiun, Perum Perhutani harus turun tangan dan Tuduhan wartawan bakar hutan = 100 % fitnah”.

“Kami mendesak Administratur Perhutani KPH Madiun meminta maaf secara tertulis maupun lisan. Karena tuduhan ini tak memiliki bukti,” teriak Bambang Irawan, Pimred Radar Madiun saat orasi, Senin (12/11).

Senada ditegaskan wartawan TV One wilayah Madiun, Nur Salam. Menurutnya, tuduhan Administratur KPH Madiun itu dinilai telah melecehkan profesi wartawan yang bertugas dengan mengacu pada kode etik jurnalistik. Untuk itu, FWM menuntut kepada pimpinan Perhutani Unit II Jawa Timur agar menindaklanjuti kasus tersebut.

“Selain itu, jika kedepannya nanti terbukti ada oknum wartawan yang terlibat dalam pembakaran hutan ataupun melakukan pemerasan terkait pemberitaan kebakaran hutan, kami menyarankan agar dilaporkan secara hukum,” katanya.

Diketahui aksi unjuk rasa dipicu sikap KPH Madiun yang tidak segera menyelesaikan masalah yang mencoreng profesi wartawan, kendati sudah dilakukan pertemuan dengan para wartawan pada Jumat (9/11) lalu. Ironisnya, oknum KPH Madiun justru melakukan penyelesaian masalah secara personal terhadap oknum wartawan yang dituduh melakukan pembakaran hutan.

“Aksi ini kami lakukan setelah upaya klarifikasi kami dengan pihak KPH Madiun di forum tidak membuahkan hasil. Pihak KPH Madiun malah memilih menyelesaikan masalah ini secara personal ke wartawan yang dituduh. Padahal, tuduhan tersebut telah menodai citra profesi wartawan secara umum. Bukan hanya kepada wartawan yang dia tuduh,” ujar wartawan Tempo wilayah eks-Keresidenan Madiun Ishomuddin.

Sekretaris Unit dan Kepatuhan Perhutani Unit II Jawa Timur Yahya Amin, dikonfirmasi wartawan justru mengaku pihaknya belum mendapat laporan terkait permasalahan tersebut dari KPH Madiun. “Belum dapat laporan. Tapi saya sudah baca beritanya. Saya juga pengin tahu, tapi kok nggak dilapori,” ujarnya dihubungi melalui telepon selulernya, Senen (12/11).

Meski demikian, pihaknya mewakili institusinya menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan atas tuduhan tersebut dan berjanji akan mengumpulkan semua wartawan semua media duduk bersama seluruh Administratur di Madiun dan sekitarnya yaitu Adm KPH Madiun, Saradan, Lawu DS, dan Ngawi.

“Kami meminta maaf terkait tuduhan tersebut. Soal ini saya memang sudah tahu, tapi belum ada laporan resmi dari yang bersangkutan ke Unit II. Saya akan melakukan koordinasi dengan jajaran Perhutani di wilayah Madiun dan sekitar untuk menindaklanjutinya,” janjinya. (emy/mm)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: