//
you're reading...
Uncategorized

Dinas Peternakan Tak Mau Disalahkan Soal Kambing

ilustrasi


MITRA News (Madiun) – Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Kabupaten Madiun tidak mau dipersalahkan soal dugaan penyunatan bantuan kambing program Jalin Kesra 2012 untuk rumah tangga sangat miskin (RTSM) dari Pemprov Jatim di Desa Purwosari Kecamatan Wonoasri. Lantaran, tidak pernah dilibatkan dalam program tersebut.

“Saya tidak tahu kalau ada drop-dropan kambing hari Jum’at di Wonoasri. Itu bantuan darimana. Sebab, ada yang dari Pertanian dan ada yang dari Peternakan,” ujar Kadisnakkan, Kabupaten Madiun Lilin AS, Senin (12/11/12).

Diketahui sebelumnya, bantuan kambing program diterima warga Purwosari tidak sesuai spek. Karena kambing yang diberikan masih peranakan (cempe,red) dan beberapa kambing lainnya berpenyakit yaitu sakit mata dan kudis. Bahkan, tidak sedikit kambing cempe mati sebelum dipelihara.

Menurut Lilin, dalam program ini pihaknya hanya melakukan pendampingan disisi kesehatan. Sedangkan mengenai standart kambing dan pagu ada pendamping tersendiri yang disiapkan khusus khusus oleh Pemprov.

“Soal kambing tidak layak saya tidak tahu. Sebab, berwenang menentukan standart kambing bantuan adalah pihak Pemprov Jatim. Jika diminta mengecek, maka pihaknya siap mengeksekusi, apakah kambing bantuan tersebut layak atau tidak layak,” jelasnya.

Menurutnya, apabila dalam program itu pihaknya dilibatkan, maka akan dilakukan pengecekan terhadap kambing yang penyakitan. “Kalau kambing tidak memenuhi syarat. Secara fisik kalau kita nyatakan nggak sehat ya berarti nggak sehat. Maka, itu harus diganti,” ujar Lilin.

Sedangkan dalam hal pengadaan pun, Lilik mengaku pihaknya tidak memberikan rekomendasi. Saat disinggung kambing bantuan penyakitan tapi lolos, Lilik mengatakan, hal itu menjadi tanggungjawab pendamping. “Sebab, sampai sejauh ini kami belum dilibatkan,” katanya.

Secara terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun Sukardi mengatakan bantuan kambing diterima Kabupaten Madiun tahun 2012, terdiri dua jenis, yaitu, kambing jenis Jawa/Lokal dan Kambing Gibas. Jumlah kambing jenis Jawa/Lokal sebanyak 1.502 ekor dan jenis Gibas sebanyak 14 paket. Satu paket masing-masing empat ekor.

Ribuan kambing tersebut diberikan kepada warga miskin tersebar di 46 desa di empat kecamatan, yaitu, Kecamatan Karee 8 desa, Kecamatan Mejayan 14 desa, Kecamatan Saradan 15 desa dan Kecamatan Wonoasri 9 desa. “Selain kambing, juga diberi bantuan 55 paket ayam kampung dan 21 paket itik,” jelasnya.

Mengenai kambing penyakitan dan berupa cempe, Sukardi meminta, pihak Disnakkan segera mengambil langkah melakukan koordinasi dengan leading sector. “Harusnya kambing ada standartnya. Karena itu Dinas Perikanan dan Peternakan terkait harus segera konfirmasi ke ke Provinsi Jatim. Sebab, kalau ada koordinasi dengan pemberi khan semua bisa menjadi jelas. Tidak diperintah pun, Dinas Perikanan dan Peternakan harus tanggap situasi,” ujar Sekda Sukardi.

Pihaknya juga tidak menginginkan program Jalin Kesra gagal. Sebab itu, semua pihak yang bertanggungjawab terhadap program tersebut harus turun ke lapangan. Sisi lain, juga meminta adanya koordinasi awal, sebelum bantuan direalisasikan. “Kalau soal ganti, ya lihat dulu bagaiaman hasil koordinasi nanti,” katanya. (emy)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: