//
you're reading...
Uncategorized

Kabag Pemerintahan Disebut Aktor Intelektual Korupsi KIR

ilustrasi


MITRA News (Magetan ) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan menetapkan Kepala Bagian Pemerintah Kabupaten Magetan Eko Muryanto sebagai aktor intelektual konspirasi kasus dugaan korupsi pengadaan lahan KIR di Desa Bendo. Sehingga merugikan negara hingga Rp.854.210.000.

Menurut Kepala Kejaksaan negeri Magetan Herdwi Witanto, dugaan aktor intelektual itu setelah pihaknya melakukan konfrontir terhadap empat tersangka (oknum pejabat Pemkab Magetan) sebelumnya sebagai saksi mahkota.

”Dari keterangan sejumlah saksi baik saksi mahkota yang sudah kami panggil yang paling menonjol perannya dalam kasus ini adalah Eko. Karena dia yang banyak bergeriliya diluar ketentuan tim-9,” kata Herdwi Witanto.

Menurutnya, dari data yang berhasil dikumpulkan, membuktikan Eko Muryanto tidak melakukan tugasnya sesuai ketentuan tugas tim-9. Diantaranya, melakukan penelitian atas tanah yang akan dibebaskan sebagaimana bunyi pasal 14 ayat 3 Peraturan Kepala BPN No.3 tahun 2007.

Disebutkan, sebelum sosialisasi dengan warga terkait proses tukar guling lahan digunakan pembangunan KIR Bendo, bersangkutan telah terlebih dahulu melakukan nego harga dengan almarhum Supadi dan Yudi Hartono di kantor Camat Bendo.

Dari nego harga itu, kemudian didapat harga lahan. Yaitu Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per meter perseginya. Sedangkan luasan lahan seluruhnya mencapai seribu meter persegi. Dilakukan pada tanggal 22 November 2010. Padahal status tanah tersebut saat itu belum jelas milik almarhum Supadi atau Yudi Hartono.

Namun, pada tanggal 23 November 2010, atas rekomendasi bersangkutan, pihak Kecamatan Bendo langsung menggelar sosialisasi tukar guling lahan.

Berikutnya, pada 24 November bersangkutan melapor kepada Bupati Sumantri soal hasil sosilaisasi dengan warga desa dan melaporkan, jika warga menyetujui tanah tersebut dihargai Rp 110 ribu per meter perseginya. Padahal, harga yang disepakati dengan Supadi dan Yudi Hartono adalah Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu

Uniknya, untuk mengelabui pihak kejaksaan, bersangkutan pada tanggal 7 September 2012 atau tepatnya saat kejaksaan melakukan penyelidikan kasus ini, bersangkutan memerintahkan Kepala Desa Bendo yang sekarang untuk membuat surat yang menerangkan bahwa tanah KIR bukan lahan bengkok Desa Bendo.

Herdwi Witanto juga mengungkapkan, jika Eko sering melakukan pertemuan pertemuan yang sifatnya pribadi dengan almarhum Supadi dan Venly T. Nicholas (mantan Kadisperindag) terkait pelolosan lahan KIR diluar tupoksi Tim-9. ”Saksi juga banyak mengatakan peran Eko yang sering mengadakan pertemuan diluar tupoksi tim-9. Bahkan dengan Venlly, bersangkutan juga sering bertemu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kejaksaan Negeri Magetan merencanakan, Senen (12/11) hari ini melakukan gelar perkara dengan jajaran Tipikor Kejaksaan Tinggi Surabaya. Guna secepatnya menentukan kejelasan hukum empat tersangka lainnya.(x1/MM)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: