//
you're reading...
Uncategorized

Bantuan Kambing Jalin Kesra Diduga Disunat

ilustrasi


MITRA News (Magetan) – Bantuan kambing program Jalin Kesra 2012 untuk rumah tangga sangat miskin (RTSM) dari Pemprov Jatim untuk Kabupaten Magetan, khususnya di Desa Tegalarum Kecamatan Bendo diduga disunat. Sebab, kambing yang diberikan tidak sesuai spek.

Sesuai penuturan warga penerima bantuan, kambing yang diberikan masih peranakan (cempe,red) dan beberapa kambing lainnya berpenyakit yaitu sakit mata dan kudis. Bahkan, tidak sedikit kambing cempe mati sebelum dipelihara.

“Setiap warga mendapat jatah empat ekor kambing terdiri dari tiga betina dan satu pejantan. Tapi itu bukan kambing lho mas. Masih cempe. Punya saya sehari dirumah langsung mati. Kondisi kambing bantuan mengecewakan kami,” ujar Suyanto warga setempat, Minggu (11/11/12).

Kades Tegalarum Adi Sucipto mengaku kecewa. Dia menduga, kambing jalin Kesra yang didistribusikan ke tujuh Rumah Tangga Sasaran (RTS) didesanya tidak sesuai spesifikasi. Sebab, berdasarkan pengukuran yang dilakukan secara acak diketahui jika kambing yang diberikan kepada warga miskin hanya memiliki tinggi badan 43 centimeter dan panjang sekitar 63 centimeter. Jauh dari ideal.

Padahal informasi yang diterimanya dari Dinas Peternakan Provinsi Jatim, spesifikasi kambing bantuan itu harus memiliki panjang minimal 65 sentimeter. ‘’Dari beberapa bukti yang ada ini jelas tidak sesuai spesifikasi. Bagaimana dikatakan kambing, wong nyatanya masih ada yang menyusu induknya,’’ bebernya.

Menurutnya, jika memang tujuannya untuk membantu mengentaskan warga miskin, mestinya rekanan pengadaan kambing berlaku fair dan tidak main slintutan. Sebab, bantuan bukan berupa kambing tetapi cempe. “Dipelihara dalam kurun waktu dua tahun pun, belum tentu kambing bantuan ini bisa beranak,” katanya.

Adi menuding, penyebab bantuan tidak sesuai spesifikasi lantaran longgarnya pengawasan. ’’Buktinya, kambing sakit dan masih cempe lolos. Pernyataan Kadisnakkan Jatim, jika tidak sesuai spek, diminta menolak. Tapi kenyataan dilapangan tetap saja disalurkan. Bahkan, 1 dari 28 ekor bantuan untuk wargha saya ada yang mati,” terangnya.

Sebab itu, Adi Sucipto meminta kepada warganya, apabila kambing bantuan sakit atau mati dibuatkan berita acara dilengkapi bukti foto agar nantinya bisa mendapatkan ganti.’’Yang mati sudah kami foto dan kami buatkan berita acara. Selanjutnya kami laporkan supaya diganti,’’ pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pejabat dari Pemprov Jatim maupun Pemkab Magetan yang berkompeten dengan bantuan Jalin Kesra belum berhasil dikonfirmasi. (ik/memo).

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: