//
you're reading...
Uncategorized

Komitmen PDAM Tidak Naikkan Tarif, Hanya ’Isapan Jempol’

* Desember Naik Rp. 500,-


MITRANews (Madiun)-Komitmen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Madiun untuk tidak membebani masyarakat dengan menaikan tarif ‘isapan jempol’. Bukti, dalam waktu dekat ini perusahaan plat merah itu berencana akan menaikan tarif sekitar Rp 500 rupiah per satu meter kubik. Padahal, sejak tahun 2011, PDAM masuk kategori sehat.

Direktur PDAM Kabupaten Madiun Subyantoro membenarkan jika pihaknya akan mengeluarkan kebijakan kenaikan tarif kedua sejak tahun 2009 lalu. Selain karena factor tingginya ongkos produksi, PDAM selama ini masih tekor sebesar Rp 72 per satu meter kubiknya.

”Karena itu, untuk menyelamatkan kondisi PDAM, kami berencana menaikkan tarif. Usulan kenaikan tarif yang bakal diajukan besarnya hanya sekitar Rp 500 rupiah per satu meter kubik. Tapi, masih belum final. Ini masih digodok,” kata Subyantoro seraya mengklaim jika tarif PDAM Kab Madiun tergolong sangat murah jika dibanding daerah lain.

Sesuai rencana, jelasnya, kenaikan tarif akan berlaku bulan Desember dan pembayarannya baru dimulai pada Januari 2013 mendatang. “Ini masih di godok oleh tim dan Dewan Pengawas. Setelah nanti di sepakati, selanjutnya rencana kenaikan tarif ini akan di kirim ke Bupati Madiun untuk di mintakan persetujuan dan surat keputusan,” jelasnya.

Menurutnya, tingginya ongkos produksi sangat mengganggu kekuatan anggaran PDAM, sehingga berdampak pada operasional perusahaan. Misalnya, untuk pengeluaran biaya listrik per bulan PDAM harus merogoh kocek hingga Rp 300 juta.

Selain itu, paparnya, PDAM wajib membayar pajak pertahun mencapai Rp 400 juta. Belum lagi, pajak yang harus disetorkan ke Dinas Pendapatan Daerah serta pajak lain seperti pajak air bawah tanah dan air permukaan yang disedot PDAM, pajak pipa yang melewati jalan, rel kereta dan hutan. “Jadi pemasukan yang diterima PDAM ini sudah nggak “sumbut” lagi dengan apa yang didapat PDAM,” ujarnya.

Diketahui, sebelum tahun 2009 tarif PDAM hanya Rp 1100. Kemudian, persis pada tahun 2009 naik menjadi Rp 1650 sampai sekarang. ”Mestinya, pada tahun 2011 kemarin kami sudah diperintahkan pemerintah pusat untuk menaikkan tarif. Tapi, kami tunda. Dan kenaikan ini pun, karena kami sudah diperingatkan oleh Departemen Keuangan. Jadi bukan atas kemauan Pemkab Madiun maupun PDAM,” terangnya.

Sebelumnya, Subyantoro kepada wartawan mengatakan sesuai ketentuan Mendagri, PDAM kabupaten Madiun sudah diperkanankan menaikkan tarif. Tapi belum dilakukan. Karena beralasan tidak ingin masyarakat tambah terbebani. Bahkan, walau tidak menaikkan tarif, PDAM kabupaten Madiun mampu menyumbang Rp.400 juta terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). (jur)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: