//
you're reading...
Uncategorized

Karyani Seret Oknum Pejabat Pemkab Madiun

ilustrasi


MITRANews (Madiun) – Tersangka kasus dugaan korupsi tunjangan perangkat desa tahun 2011 senilai Rp. 1,6 miliar, Karyani Ekawati mulai ‘bernyanyi’. Melalui kuasa hukumnya, Eddy Obaja, dia mengungkapkan keterlibatan sejumlah oknum pejabat Pemkab Madiun.

Oknum pejabat tersebut diduga menerima aliran dana tunjangan perangkat melalui Karyani. Karena itu, Edy mendesak polisi segera menyeret tersangka lain dalam kasus ini.

‘’Pengakuan klien saya, dana itu ditranfer kesejumlah pihak. Saya berharap, polisi berani mengungkap pelaku lainnya,’’ ujar Eddy Obaja kepada wartawan (1/11/12).

Desakan ini muncul lantaran Karyani merasa ’dikorbankan’ dalam kasus yang pertama kali terkuak dari hasil pemeriksaan BPK tersebut. Pasalnya, aliran dana miliaran rupiah tidak hanya digunakan klienya, tapi juga pihak-pihak lain.

Eddy memastikan, pengakuan Karyani Ekawati bukan isapan jempol. Sebab sejumlah bukti transfer uang dari bank dipegang kliennya. Dalam bukti tersebut tertulis jelas nama-nama penerima anggaran tunjangan perangkat desa 2011 yang ditilep klienya. ‘’Bukti-bukti masih dipegang klien saya,’’ tegasnya.

Edy menolak membeberkan siapa saja oknum yang menurut Karyani ikut menikmati dana haram tersebut. Menurutnya, menjadi kewenangan kliennya untuk mengungkap nama-nama penikmat anggaran tersebut. ‘’Tunggu saja, nanti siapa saja yang menerima dana itu akan segera terungkap,’’ katanya.

Selama proses pelimpahan, tambahnya, Karyani berjanji akan bersikap kooperatif. Tidak hanya menjalani wajib lapor, jika pihak kepolisian masih membutuhkan keterangan, kliennya siap untuk datang memenuhi panggilan. Karena itu, Edy berharap tidak ada penahanan terhadap kliennya

Diberitakan sebelumnya, Selasa (30/1/12) lalu, pihak Satreskrim Polres Madiun melimpahkan kasus penyalahgunaan tunjangan perangkat senilai Rp 1,6 miliar pada kejaksaan negeri Mejayan. Pihak kejaksaan telah menyiapkan lima jaksa untuk menangani kasus ini. Mereka dibawah komando plt kasi Pidsus, Tunik Paryani. Karyani yang juga mantan staf Bagian Pemdes ini dijerat dengan Undang-undang Korupsi karena diduga menyalahgunakan tunjangan perangkat desa 2011 lalu. (emy)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: