//
you're reading...
Uncategorized

Korupsi, Mantan Kabid Disperindag Diganjar 1 Tahun


MITRA Newsweek- Mohamad Najib Farid, mantan Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Disperindag Kabupaten Madiun, terdakwa korupsi pengadaan mesin tepat guna diganjar satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, kemarin (5/10/12).

Sedangkan rekanan dari CV Brisma Jaya, Daryono divonis selama 14 bulan penjara, denda Rp.50 juta subsider satu bulan serta mengganti uang negara sebesar Rp.58 juta.

Majelis hakim yang diketuai Antonius Simbolan, dalam amar putusannya, menyatakan terdakwa Farid secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Terdakwa telah merugikan negara. Oleh karenanya, majelis hakim menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun potong masa tahanan dan memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Madiun, Mohamad Safir.

Hal yang memberatkan, terdakwa selaku pejabat tidak mempunyai tanggungjawab penuh terhadap jabatan yang diembannya selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom). Oleh karenanya, secara tidak langsung, negara dirugikan sebesar Rp.58 juta.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa belum pernah dihukum, pernah mengabdi terhadap negara, berlaku sopan di persidangan serta tidak berbelit belit.

Keputusan majelis hakim lebih ringan dibanding tuntutan JPU yang menuntut terdakwa Farid selama tiga tahun penjara dan terdakwa Daryono selama 2,5 tahun (dua tahun dan enam). Karena itu, JPU menyatakan pikir-pikir atas putusan itu dan diperkirakan akan banding. ”Mungkin Rabu atau Kamis pekan depan kami akan ajukan banding,” kata Mohamad Safir.

Sementara itu, terdakwa Farid maupun pengacaranya, Priono, menyatakan menerima putusan majelis hakim. “Setelah konsultasi dengan klien saya (Farid), kami sepakat menerima putusan itu. Sebenarnya klien saya tidak melakukan korupsi. Kesalahannya cuma masalah administrasi dalam penyerahan mesin. Buktinya, dalam amar putusan hakim, klien saya tidak dikenakan denda maupun uang pengganti”, terang penasehat hukum Farid, Priono, kepada wartawan, Sabtu (6/10/12).

Diketahui, program pengadaan mesin tepat guna ini sedang berjalan antara 2008-2010, Farid bertindak selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom). Saat lelang pengadaan mesin pemotong porang, pencetak gula merah, pencetak batu bata, dan alat ketam tradisional dengan, CV Brisma Jaya milik Daryono selaku pemenang lelang.

Karena pengadaan barang yang dilelang merupakan mesin tepat guna dan tidak ada di pasaran, kemudian oleh Daryono barang tersebut dipesankan ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) di Jember. Namun karena mesin itu tidak berfungsi, kejaksaan menilai ini merupakan suatu tindak pidana korupsi. (emy/hw)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: