//
you're reading...
Uncategorized

Biadab ! TKW Madiun Alami Kekerasan, Pulang Tanpa Gaji

istimewa


MITRA Newsweek-Penderitaan demi penderitaan tak henti-hentinya mendera Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten Madiun. Kali ini, Sulami (31) pahlawan devisa, asal Desa Banjarejo, Kecamatan Dagangan, diduga mengalami tindak kekerasan (pelanggaran HAM,red) oleh majikan di Arab Saudi. Ironisnya, tidak diberikan gaji selama ia bekerja.

Menurut Sulaikha, adik Sulami, sejak awal Agustus, Sulami menjalani perawatan di RS Dammam Almarkazi, kota Qotif, Arab Saudi. Terkait luka di sekujur tubuh Sulami, pihak keluarga masih belum tahu. Sebab Sulami masih sulit menceritakan yang dialaminya di Arab Saudi.

Sedangkan gajinya juga tidak pernah diberikan majikannya dengan alasan tidak memiliki uang. ‘’Kalau perawatan di Jakarta dibayar sama PJTKI yang memberangkatkan, PT Duta Fandalima, tapi soal gaji juga belum jelas,’’ kata Sulaikha, adik Sulami.

Diketahui, setiba di rumahnya di Desa Banjarejo, kemarin (7/10/12) pagi, pahlawan devisa ini langsung disambut tangis histeris sanak keluarga. Setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan di RS Dammam Almarkazi, kota Qotif, Arab Saudi dan RS Polri Jakarta. Konyolnya, tidak ada pejabat Pemkab Madiun yang mendampingi keluarga mejemput Sulami.

”Hasil diagnosa rumah sakit, kakak saya menderita stroke akibat darah tingginya naik. Kondisi ini diduga karena beban pekerjaan yang harus dijalaninya di rumah majikannya, Achmad Muksin di Arab Saudi,” terangnya.

Saat ini pihak keluarga masih dibingungkan dengan biaya perawatan Sulami. Pasalnya, gaji yang seharusnya menjadi hal perempuan 37 tahun itu belum diberikan. Padahal Sulami sudah bekerja di majikannya selama tujuh tahun. ‘’Kami berharap bantuan dari pemerintah daerah untuk biaya pengobatan kakak. Sebab selepas pulang ke Dagangan, kakak masih harus menjalani terapi untuk memulihkan kondisinya,’’ terangnya.

Perangkat Desa Banjarejo, Makali yang ikut menjemput Sulami mengatakan, saat pulang ke Indonesia, korban hanya membawa uang Rp 2,1 juta dan 435 real. Uang tersebut berasal dari solidaritas TKI di Arab Saudi.

Sulami mengaku, selama di Arab Saudi tidak mengalami kekerasan dari majikannya. Hanya saja, majikannya tidak memperbolehkannya keluar rumah dan harus bekerja seharian. Dia harus melayani enam orang di rumah majikannya. ‘’Saya disana masak, nyuci dan bersih-bersih. Nggak pernah dikasih libur, disuruh jaga rumah saja,’’ terangnya.

Meski sudah berupaya meminta gajinya, namun majikannya selalu berkelit dan mengaku tidak punya uang. Dia hanya diberi gaji selama tiga bulan dari masa kerja selama tujuh tahun. ‘’Nggak pernah dikasih apa-apa, saya berharap hak-hak saya diberikan,’’ ujarnya dengan terbata-bata. (emy/hw)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: