//
you're reading...
Uncategorized

Dituding Pungli Hotel Rp. 150 Juta, Walikota Gerah

MADIUN (MITRA Newsweek) -Walikota Madiun Bambang Irianto merasa gerah. Menyusul beredarnya rumor praktek pungutan liar (pungli) atas ijin diajukan salah satu hotel di Madiun sebesar Rp. 150 juta rupiah yang diarahkan pada dirinya.

“Saya bersedia bayar atau beri hadiah Rp 50 juta bagi siapapun yang dapat memberikan bukti atau membuktikan tudingan itu. Saya anggap tudingan itu sudah keterlaluan,” kata Bambang kepada wartawan, Senin (1/10).

Bambang menjelaskan, tahun 2011 lalu ada salah satu hotel yang mengajukan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk bangunan 6 lantai. Namun perda baru yang mengatur bangunan 6 lantai masih dalam pengesahan. Sesuai ketentuan perda, bangunan hanya diperbolehkan 4 lantai ke atas.

Kemudian, terangnya, IMB akhirnya diberikan dengan perhitungan sesuai Perda terbaru, jika pemilik hotel keberatan dapat melakukan pengajuan diskon secara tertulis. “Yang berhak memberikan diskon ya saya. Lha ini, belum mengajukan diskon. Lalu, diluar berkembang isu saya dianggap minta uang Rp 150 juta, jika IMB ingin keluar. Informasinya IMB sudah diberikan per awal Januari 2012 lalu, kalau sampai 2 tahun tidak dibangun. Sesauai aturan, IMB diberikan dianggap batal,” paparnya.

Menurutnya, selain hotel milik pengusaha lokal tersebut, saat ini ada sejumlah hotel yang mengajukan IMB untuk gedung lebih dari empat lantai. “Tapi yang mau bangun belasan lantai dan semua investor luar Madiun malah tenang-tenang saja. Yang orang sini malah begitu,” katanya.

Sementara itu, Sekda Kota Madiun Maidi menjelaskan IMB itu diberikan dengan total biaya perijinan senilai Rp 127,208.000 juta. Selain itu, hotel dimaksud memang terkena ongkos yang tinggi. Ini terkait munculnya regulasi yang baru yaitu Perda Rencana Tata Ruang Wilayah yang baru, nomor 6 tahun 2011. Sedangkan untuk besaran biaya IMB berdasar pada Perda kota Madiun Nomor 3 tahun 2010 tentang IMB dan Perda Kota Madiun Nomor 4 tahun 2010 tentang retribusi.

“Waktu pengajuan, perda RTRW-nya masih lama. Aturan ini mengatur bangunan tertinggi di Kota Madiun adalah empat lantai. Lalu mereka menunggu aturan baru yang menghilangkan batasan ketinggian bangunan ini dan ternyata yang harus mereka bayar sampai lebih dari seratus juta itu,” katanya.

Maidi menyatakan, pihak hotel tersebut sendiri akhirnya menunggu dan IMB keluar. Namun pihak hotel mengajukan surat kesanggupan untuk membayar tapi hanya Rp100 juta. “Januari 2012 sudah jadi dan saya sendiri yang menyerahkan IMB itu diruangan (Sekda,red). Tapi soal membayar berapa saya tidak tahu. Saya tidak terima sepeserpun, minta juga tidak,” tegasnya. (sputra/jur)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: