//
you're reading...
Uncategorized

DAK Rp. 28 M Terancam Tidak Terserap

MADIUN (MITRA Newsweek) – Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan tahun 2011 sebesar Rp. 28,4 miliar terancam tidak terserap lagi pada tahun ini. Sebab, proses lelang baru berjalan dan akhir tahun tinggal dua bulan.

Kepala Dinas Pendidikan, Kabupaten Madiun, Suhardi mengatakan kurun waktu dua bulan terlalu minim untuk penyelesaikan proyek perbaikan maupun mebeler sekolah. Apalagi jumlah sekolah yang menerima proyek dari DAK cukup banyak, sekitar 121 Sekolah Dasar.

‘’Kalau lelang selesai Oktober, otomatis penyerapan anggaran atau penyelesaian proyek hanya dua bulan. Kalau ada yang bisa menyelesaikan dengan waktu dua bulan ya silahkan, kalau tidak kita masukan SILPA (sisa lebih penggunaan anggaran, Red) lagi,’’ kata Suhardi, Jumat (21/9).

Menurut Suhardi, pihaknya tidak mau gegabah dalam menangani DAK. Karena aturan penggunaan DAK tertuang dalam juklak dan juknis. Jika tidak bisa menyelesaikan dalam satu tahun anggaran, bisa dilimpahkan tahun selanjutnya. ‘’Jika nekat dilanjutkan tanpa memperhatikan juklak dan juknis ya berbahaya, kami tidak mau melanggar,’’ terangnya.

Terkait DAK 2010 sebesar 23,7 miliar untuk pengadaan buku, Suhardi memastikan bisa selesai tahun ini. Seperti halnya, DAK 2011, lambatnya penyerapan anggaran 2010 lalu juga karena lambatnya juklak dan juknis yang diterima Dindik. Selain itu juga karena pengadaan buku butuh ekstra hati-hati. ‘’Kami tidak mau bermasalah seperti daerah lain. Pengadaan buku termasuk rawan dan butuh ekstra pelaksanaannya,’’ jelasnya.

Sementara itu, Sekda Soekardi menegaskan,. Pihaknya tetap akan mengawasi dua dinas yang penyerapan DAKnya lambat. Yakni Dindik serta Dinas Peternakan dan Perikanan. ‘’Setiap minggu kepala satker dari dua dinas itu saya panggil untuk mengetahui progresnya sejauh mana. Untuk DAK 2010 dipastikan rampung tahun ini, begitu juga DAK peternakan senilai Rp 1,1 miliar. Sedangkan DAK 2011 ini masih proses lelang terus,’’ katanya.

Sebelumnya, kalangan legislatif memwarning sejumlah dinas yang lambat penyerapan anggaran DAK. Pasalnya, masih ada anggaran dua tahun lalu yang belum terserap maksimal. wakil rakyat khawatir jika kondisinya seperti ini terus bakal berpengaruh pada kebijakan pusat menurunkan anggaran ke daerah. Dewan pun mendesak agar dinas terkait jemput bola. (emy/mm)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: