//
you're reading...
Uncategorized

Jelang Pilkada, PNS Kabupaten Madiun ‘Tidak Netral’

* Sekda dan Bupati Ancam Jatuhkan Sanksi

MADIUN (MITRANewsweek) – Menjelang Pemilukada 2013, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkup Pemerintah Kabupaten Madiun ditenggarai tidak netral, terang-terangan mendukung bakal calon bupati. Sayangnya, belum ada sanksi disiplin dan pidana sesuai ketentuan berlaku.

Informasi, sejak Muhtarom Bupati Madiun dan Sukiman mantan Sekda Kabupaten Madiun mencanangkan diri maju sebagai bacabup Madiun 2013, sejumlah PNS baik eselon II, III dan IV, baik langsung maupun tidak langsung terjun politik praktis dengan menggalang dukungan.

Seperti dilakukan oknum pejabat di Dinas Lingkungan Hidup (LHK). Selain mengalang dukungan, juga terang-terangan mendampingi Sukiman mendaftarkan bacabup ke DPC PDIP. Hal serupa juga dilakukan oknum pejabat SKPD lain dengan mempolitisasi kegiatan pemerintah demi keuntungan incumbent.

“Jika kondisi ini dibiarkan, maka menjadi potret buruk birokrasi pemerintahan ke depan. Kondisi ini harus mendapat perhatian serius dari Gubenur Jawa Timur dan Menteri Dalam Negeri,” kata Tjuk Soewarsono tokoh politik Kabupaten Madiun belum lama ini.

Menurutnya, keterlibatan PNS dalam politik tentunya menyalahi aturan yang berlaku. Dengan kata lain, terdapat indikasi kuat penyalahgunaan kekuasaan melalui birokrasi. Karena itu, PNS dalam berkedudukan dan tugasnya wajib netral dari pengaruh semua golongan dan partai politik, serta tidak diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Upaya menjaga netralitas dari pengaruh partai politik dan untuk menjamin keutuhan, kekompakan, dan persatuan agar PNS dapat memusatkan segala perhatian, pikiran, dan tenaganya pada tugas yang dibebankan kepadanya,” pungkas mantan anggota DPRD ini.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Madiun Soekardi secara tegas akan memberikan sanksi tegas terhadap PNS yang terbukti terjun politik praktis.

“Bicara PNS, mereka itu harus tahu politik. Tapi tidak boleh berpolitik. Kalau mereka melanggar, sudah ada aturan dan ada sanksinya. Kalau sampai ada PNS berpolitik praktis, kami sudah menyiapkan aturannya. Sanksinya sudah jelas,” tegasnya, Jum’at (14/9) kemarin.

Pihaknya juga menegaskan, hingga kini belum ada indikasi PNS dilingkup Pemkab Madiun terkotak-kotak menjadi dua kubu. Menyusul pencalonan kedua bacabup tersebut. “Tidak ada istilah kotak-kotakan. Nggak ada. Nggak ada,” tandasnya.

Hal senada juga ditegaskan Bupati Madiun Muhtarom. Jika PNS-nya tidak terkotak-kotak. Terlebih, jelang mutasi dan Pilkada. Menurutnya, kebijakan mutasi tidak ada kaitannya dengan istilah bersih-bersih jelang pilkada. Juga bukan karena persoalan suka atau tidak suka. “Kalau persoalan suka atau tidak suka, (mutasi, red) malah bisa diselesaikan dengan cepet. Karena otoritas saya, akan saya manfaatkan,” ujar pemimpin kharismatik ini.

Menurutnya, jika ada PNS yang berpolitik, hal itu adalah bagian dari upaya membentur-benturkan pemerintahannya. “Nggak usah kaget. Lihat saja bagaimana nanti pasca pelantikan. Sing diarani pro ki koyok opo, sing diarani ora pro ki koyok opo. Yang jelas, orientasi saya adalah professional,” tandasnya seraya berjanji akan menjatuhkan sanksi tegas jika nanti terbukti kuat ada PNS nekat berpolitik praktis.

Diketahui, PNS yang tak netral dalam pemilihan kepala daerah kini bisa dijatuhi hukuman penjara maksimal 6 bulan atau denda maksimal Rp 600 ribu. Pasalnya, Mahkamah Konstitusi telah mengabulkan uji materi terhadap pasal 116 ayat 4 Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah. PNS yang dijerat dalam pasal itu adalah yang memihak sehingga menguntungkan salah satu calon dan merugikan yang lain. (jur/mm)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: