//
you're reading...
Uncategorized

DAK Miliaran ‘Ngendon’ Di Dinas Pendidikan Disorot

* Kadindik Terancam ‘Diadili’ Dewan

MITRANewsweek-Dana Alokasi Khusus (DAK) di pos anggaran Dinas Pendidikan Kabupaten Madiun yang ‘ngendon’ mencapai miliaran rupiah jadi sorotan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ini menyusul hasil evaluasi APBD Perubahan 2012 oleh Pemprov.

Karena itu, kalangan Anggota DPRD setempat geram dan mengancam akan bertindak tegas atas masalah itu. Seperti ditegaskan Ketua DPRD Y Ristu Nugroho yang juga Ketua Badan Anggaran. Akibat dana tidak terserap, kini menjadi sorotan pemerintah baik provinsi maupun pusat.

“Berulangkali kami sudah memberikan warning, tapi, sejauh ini tak pernah ada langkah kongkrit. Makanya akan kami panggil untuk menjelaskan masalah ini,” kata Ristu kepada wartawan, Kamis (13/9/12).
Ristu menandaskan, selama ini yang dijadikan alasan oleh dinas Pendidikan adalah karena belum adanya petunjuk pelaksanaan dan petunjuk tehnis. “Jika memang itu yang menjadi kendala mestinya segera mengambil langkah untuk konsultasi. Supaya dana bisa segera terserap,” pintanya.

Informasinya, Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim menyorot APBD-P 2012, karena alokasi dana di pos Dinas Pendidikan dari tahun ke tahun selalu tidak terserap (ngendon,red). Akibatnya, proses pembangunan demi kepentingan masyarakat tidak terwujud. Ironisnya, tahun 2012 justru dianggarkan lagi dan belum ada upaya hukum dilakukan oleh aparat penegak hukum.

Data diterima menyebutkan, DAK yang tidak terserap tahun 2010 dana pendamping pendidikan Rp. 2,3 miliar, dana pendamping tahun 2011 Rp. 2,8 miliar, penunjang DAK bidang pendidikan tahun 2011 Rp. 852 juta dan DAK pendidikan 2011 Rp. 23,7 miliar. Kini dianggarkan kembali dalam tahun anggaran 2012 adalah rehabilitasi sedang / berat sarana relokasi sekolah DAK 2011 (Rp. 28,4 miliar).

“Jika pada tahun ini anggaran tersebut tidak juga bisa terserap, sama artinya Dinas Pendidikan kurang kepeduliannnya,” ujar Suprapto anggota Komisi C DPRD Kab Madiun menyikapi turunnya hasil evaluasi APBD-P tahun 2012 dikantornya, Kamis (13/9/12).

Sebab, lanjut Prapto, dana tersebut berasal dari tahun anggaran 2010. Prapto menyesalkan, dana DAK tak kunjung diserap. Padahal, ini akan berdampak gelontoran anggaran dari pusat terancam mandheg. “Otomatis ini akan mengganggu kelancaran gerojokan dana dari pusat. Apalagi, tiap tahun kita digerojok DAK,” kata Suprapto. (jur./mm)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: