//
you're reading...
Uncategorized

Bahan Makanan Picu Inflasi Di Kota Madiun

MiTRa-Madiun, Selama bulan Juli –Agustus 2012, Kota Madiun mengalami inflasi 0,72 persen akibat kenaikan bahan makanan dan ongkos tukang bangunan. Kota ini pun menduduki posisi ketiga dalam urutan tujuh kota yang disurvei Badan Pusat Statistik di Jawa Timur.

Kasi Statistik Distribusi, Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Madiun, Sri Marheningrum, mengatakan, perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Madiun pada bulan Juli 2012, secara umum menunjukan adanya kenaikan. Terlihat dari kenaikan indeks umum harga konsumen pada bulan Juni sebesar 135,18, sedangkan di bulan Juli 136,16.

“Laju inflasi tahun kalender sebesar 1,99% dan laju inflasi year on year sebesar 4,20%. Dari tujuh kota penghitung inflasi nasional di Jawa Timur, seluruh kota mengalami inflasi,”katanya, Senin (13/8).

Menurutnya, secara umum inflasi bulan Juli dipicu oleh kenaikan harga yang ditunjukkan oleh perubahan indeks secara umum. Pada bahan makanan mengalami kenaikan indeks sebesar 1,43%. Kelompok makanan jadi seperti minuman, rokok dan tembakau mengalami kenaikan sebesar 0,49%.

Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar terjadi kenaikan indeks sebesar 0,82%, kelompok sandang naik sebesar 0,56%, kelompok kesehatan naik 0,49%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga naik 0,94% dan kelompok transportasi, komunikasi, jasa keuangan mengalami kenaikan indeks sebesar 0,03%.

”Faktor yang paling dominan pada inflasi kali ini adalah kelompok bahan makanan, salah satunya komoditas kedelai. Kenaikan harga tempe, daging ayam ras, telur ayam ras, pisang, kacang panjang dan cabe rawit. Hal ini dipicu masuknya bulan puasa,” paparnya.

”Kelompok ini jadi penyumbang inflasi karena adanya kenaikan ongkos tukang bangunan dan beberapa bahan material bangunan,” jelasnya.

Hal serupa diprediksi juga akan terjadi apada bulan Agustus. Mengingat, pada bulan ini puasa masih berlangsung 20 hari dan dilanjutkan dengan momen hari raya Idul Fitri. Hal ini akan memicu konsumsi yang membuat harga-harga akan meningkat. “Pemicu inflasi diperkirakan harga tiket,” ujarnya.

Sesuai data, beberapa komoditas yang sudah mulai naik pada pekan pertama Agustus lalu. Di antaranya adalah harga daging ayam kampung, daging ayam ras, harga daging sapi super dan daging sapi biasa. Yang juga sudah mengalami kenaikan adalah harga cabe. Sedangkan harga tempe relatif stabil di harga meski belum turun kembali ke harga normal.

“Agustus ini kemungkinan akan ada kenaikan di beberapa sektor. Yang jelas naik adalah makanan. Selain itu yang patut diperhitungkan adalah dari sisi transportasi karena ada arus mudik, lalu sektor sandang dan juga pendidikan. Ini terkait dimulainya aktivitas pendidikan, dalam hal ini saat orang tua melakukan pembayaran berbagai pungutan,” ujarnya.

Sektor transportasi diperkirakan menyumbang transportasi terkait kenaikan tarif angkutan yang umumnya naik menjelang arus mudik lebaran. “Kami tiap hari melakukan pantauan harga tiket kereta api, dan ternyata terus bergerak,” ujar Marheningrum. Harga tiket bus juga naik, terutama untuk arus balik setelah tanggal 22 Agustus mendatang.

Dari pantauan di lapangan, harga daging sapi kualias terbaik berada di kisaran Rp70.000 per kilogram. Dan daging kualitas nomor dua harganya naik berkisar Rp60.000 per kilogram

“Kenaikan terjadi selama puasa. Ini karena banyak yang membeli,” ujar pedagang daging sapi di Pasar Besar Madiun, Ginem. (sputra)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: