//
you're reading...
Uncategorized

Jelang Lebaran, Emas dan Traktor Banjiri Pegadaian

MiTRa-Madiun, Animo masyarakat untuk menggadaikan barang berharga berupa emas hingga mesin hand traktor meningkat menjelang Lebaran. Hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang membutuhkan dana tunai untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.

Manager Pengggadaian Cabang Caruban Kabupaten Madiun, Bambang Muryanto mengatakan, mesin-mesin hand tractor tersebut milik petani yang tersebar di wilayah Kabupaten Ngawi seperti Kecamatan Karangjati dan Talok. Sedangkan dari Kabupaten Madiun sendiri berasal dari wilayah Muneng, Pilangkenceng dan Kecamatan Mejayan.

“Hingga awal puasa kemarin sudah ada 18 unit traktor yang masuk. Kalau sudah begini biasanya terus bertambah hingga mencapai 40 unit,” katanya.

Menurutnya, anggunan mesin traktor karena pada musim kemarau petani sudah tidak menggarap sawah. Sedangkan, nilai gadai sangat bervariatif. Ini disesuaikan dengan kondisi mesin dan merk mesin traktor. Rata-rata pengajuan pinjaman mesin traktor adalah Rp. 3 juta hingga maksimal sampai Rp. 9 juta

“Sejauh ini pemilik mesin traktor selalu pro aktif dalam pembayaran dan barang tidak sampai terjadi pelelangan. Untuk pengambilan sendiri biasanya para petani akan mengambil pada awal musim tanam padi atau saat akan dilakukan pengolahan tanah. Usai tanam padi traktor akan digadaikan lagi,” terangnya.

Dibandingkan pada lebaran tahun kemarin, omset jelang lebaran kali ini meningkat lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Peningkatan omset mencapai 15%. Hal ini, tambahnya, disebabkan beberapa faktor. Diantaranya bersamaan dengan tahun ajaran baru dan disebabkan faktor pertanian yang kurang berhasil

“Pada lebaran-lebaran sebelumnya banyak nasabah yang cenderung melakukan penebusan barang miliknya. Namun pada lebaran kali ini cenderung banyak yang masuk untuk jaminan ke penggadaian,” katanya.

Parno warga Talok, Karangjati mengaku mengaku, menggadaikan traktor sudah menjadi hal biasa baginya. Sebab, selain traktor bisa dijadikan jaminan gadai, juga bisa lebih aman.“Sudah dapat uang, barang juga aman. Hitung-hitung dititipkan. Bunga gadai ya sama saja biaya nitipkan,” katanya. (jur/mm)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: