//
you're reading...
Uncategorized

Banggar Pangkas Anggaran Ditenggarai Masuk Kantong Pribadi

MiTRa-Madiun, Dalam pembahasan perubahan APBD 2012, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Madiun berjanji akan memangkas alokasi anggaran tidak penting yang ditengarai masuk kantong pribadi.

Hal itu ditegaskan anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Madiun Supriadi saat kegiatan serap aspirasi di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Sabtu (4/8/12) kemarin.

“Antara belanja rutin dan belanja langsung kami akui masih jauh. Maka kita mencoba turun ke bawah, menginginkan belanja rutin bisa diseimbangkan biar nggak terlalu menganga (njomplang, red),” ujar menantu Sarju, pengusaha kondang asal Dolopo ini,.

Menurut suami politisi PKB Dwi Ernawati, hasil pemangkasan anggaran nantinya akan dialihkan untuk prioritas perpindahan Ibukota Kabupaten Madiun di Mejayan dan pembangunan infrastruktur jalan pedesaan yang bobrok.

“Kita tahu bahwa Madiun wilayah utara jalan desa dan jalan lintas kecamatan banyak yang rusak. Jumlahnya mencapai berkilo-kilo meter,” ujar kader tulen PDIP yang juga Bacawabup PDIP ini.

Kepastian alokasi dua prioritas anggaran kegiatan itu, setelah konsep Banggar disepakati bersama oleh Tim Perumus Anggaran Daerah (TPAD). Dimana anggaran infrastruktur diusulkan untuk setiap desa rata-rata Rp. 50 juta. Selanjutnya, dapat dilakukan penambahan anggaran pada APBD 2013 mendatang.

“Banggar memasang nominal Rp 50 juta tiap desa untuk perbaikan infrastruktur jalan desa. Kalau pun tidak memungkinkan, akan kita ratakan. Yang jelas, antara Rp. 25 – Rp 50 juta tiap desa. Kita masih akan lihat potensi di PAK ini,” ujar politisi PDIP tiga periode ini.

Sementara itu, Ketua Badan Anggaran sekaligus Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Y. Ristu Nugroho secara tegas akan mengambil langkah kongkrit atas permasalahan dikeluhkan oleh masyarakat desa selama ini. Salah satu formula yang disepakati, terangnya, dengan memberikan bantuan keuangan langsung kepada desa yang peruntukkannya untuk memperbaiki jalan desa yang bobrok.

“Sekarang sedang pembahasan. Dari sinilah kami punya kesempatan menggali potensi. Kemudian, potensi itu akan kita dikumpulkan. Kalau ketemunya nanti misalnya Rp 5 miliar, ya tinggal berapa desa yang (sangat, red) membutuhkan. Nanti akan kita bagi rata seluruh desa.,” ,” kata politisi muda yang juga Ketua DPC PDIP Kab. Madiun ini.

Dia juga menegaskan jika dana yang akan digelontorkan ke desa adalah diluar dana ADD dan TPP. Diharapkan bantuan keuangan desa, akan lebih tepat sasaran. Sedangkan pola (Rp. 50 juta perdesa, red) tersebut akan bisa memancing swadaya masyarakat dalam semangat kegotong royongan seperti didengungkan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Sukarno Putri. “Saya jamin, baik ADD maupun TPP akan berjalan seperti biasanya,” ujarnya. (ria/bar/*).

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: