//
you're reading...
Uncategorized

MK II, Areal Sawah Menyusut 17 Ribu Hektare

MiTRa-Madiun, Perubahan cuaca berdampak pada areal pertanian di wilayah Kabupaten Madiun Jawa Timur. Buktinya, pada musim kemarau (MK) II tahun ini, areal persawahan menyusut hingga mencapai 17 ribu hektare.

“Pada musim penghujan luas sawah mencapai 32.000 hektare, namun memasuki musim kemarau terjadi penurunan. Diperkirakan hanya tinggal 15.000 hektare saja,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Madiun, Budi Tjahyono.

Menurutnya, menurunnya luas lahan persawahan memang dapat dimaklumi. Karena jika petani memaksa menanam padi dalam kondisi kurang air justru akan memperbesar resiko untuk puso dan mereka bisa rugi besar

“Bisa saja petani nekat menanam padi hibrida yang memiliki usia panen lebih pendek, yakni hanya 85 hari. Namun, tetap saja varietas tanaman tang paling tepat selama musim kering adalah palawija,”jelasnya.

Untuk mendukung sistem pengairan sawah, Pemerintah Kabupaten Madiun akan memaksimalkan sejumlah waduk yang ada di wilayahnya. ”Kita juga akan memaksimalkan sumur pompa dalam bantuan pemerintah dan sumur pantek,’ ujarnya.

Data Dinas PU Pengairan setempat mencatat, sistem irigasi khususnya saluran sekunder mengalami perkembangan hingga 70,40 persen dalam periode hampir lima tahun terakhir. Yakni dari panjang sekitar 22.470,3 meter menjadi 39.638 meter. (re)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: