//
you're reading...
Uncategorized

Petani Magetan Kian Terpuruk

MiTRa-Magetan, Nasib petani di wilayah Kabupaten Magetan semakin terpuruk. Setelah diterpa anjloknya harga gabah, kini mereka kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar pada musim kemarau dan olah lahan.

Padahal, solar tersebut dipakai untuk mengoperasikan hand traktor dan mesin diesel guna mendapatkan air. Akibatnya, sebagian besar petani terpaksa membeli solar secara eceran dengan harga jual yang sudah melambung diatas harga BBM bersubsidi.

“Biasanya hanya beli untuk mesin traktor saja. Sehari paling cuma 7 liter. Tapi, di musim kekeringan ini sehari bisa sampai 15 liter. Ya kalau di uangkan bisa sampai Rp. 67 ribu perharinya,” kata Kamari seorang petani dari Desa Taman Arum, Kecamatan Parang Magetan, kepada Memo, Minggu (29/7/12).

Pihaknya mendesak Pemerintah Kabupaten Magetan segera turun tangan menyelesaikan masalah dikeluhkan mayoritas petani. “Pemerintah harus ikut cawe-cawe, agar keadaan petani di Magetan tidak semakin susah. Karena cuma dari sawah ini saja kami dan keluarga menggantungkan hidup. Lha mau bagaimana lagi,” ujarnya.

Pantauan dilapangan, antrian petani yang membeli solar diantaranya terpantau di SPBU yang berlokasi diwilayah Kecamatan Parang. Permintaan solar di SPBU tersebut sejak sebulan terakhir meningkat hingga 70 persen.

Jarwani, petugas SPBU mengatakan, kekeringan akibat musim kemarau membuat para petani antri beli solar. Sebelum ini pihaknya hanya dipasok sekitar 2000 liter solar. “Lha sekarang ini sudah naik hingga 9000 liter ” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, tingginya permintaan solar oleh para petani disebabkan banyaknya mesin diesel yang dipergunakan untuk memompa air dari sumur pantek. Selain itu, juga banyaknya petani yang menggunakan mesin traktor untuk membajak sawah.

“Memasuki kemarau ini, petani sedang menggarap sawah untuk tanaman padi musim gadon. Kebanyakan lahannya tadah hujan. Jadi, butuhnya solar ya banyak,” katanya.

Untuk mengantisipasi aksi penimbunan solar, jelas Jarwani, pihaknya terpaksa membatasi pembelian sebanyak 40 liter per hari. “Dan mereka wajib membawa surat keterangan dari desa, kalau solar yang dibelinya itu untuk lahan pertanian,” terangnya. (re)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: