//
you're reading...
Uncategorized

Macung Lewat PDIP, Muhtarom Tidak Main-main

* Siap Membangun Kekuatan PDIP-PKB

MiTRa-Madiun, Manuver politik Muhtarom Bupati Madiun bersaing merebutkan tiket PDIP untuk berlaga pada Pemilukada 2013 mendatang bukan main-main. Sesuai rencana, orang nomor satu DPC PKB Kabupaten Madiun ini akan mengembalikan berkas dokumen pendaftaran bakal calon bupati (bacabup) ke DPC PDIP, Selasa (31/7/12) besuk.

Kepastian itu dibenarkan oleh Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Madiun, Subari yang juga panitia pendaftaran / penjaringan bacabup dan bacawabup. Sesuai rencana, Muhtarom akan datang sendiri ke DPC PDIP untuk mengembalikan berkas pendafataran.

“Pengembalian berkas itu sudah sesuai jadwal. Karena ambil formulir dilakukan pada 18 Juli lalu, sehingga pengembaliannya terakhir pada Selasa besuk. Cuma jam berapa persisnya, saya belum cek,” kata Subari, Minggu (29/7/12).

Hingga kini, tambah Subari, dari sejumlah kandidat yang mengambil formulir, baru Sukiman mantan Sekda Kabupaten Madiun yang sudah mengembalikan berkas pendaftaran untuk pertama kalinya. “Lainnya belum. Yang sudah ya cuma Pak Su ditambah besok itu Mbah Tarom,” tambahnya.

Informasi lain menyebutkan, kedatangan Muhtarom yang akrab dipanggil Mbah Tarom ke Kantor DPC PDIP nanti, tidak mau kalah dengan rivalnya Sukiman yang saat itu hanya dikawal puluhan pendukungnya.

Rencananya, dia juga akan mengerahkan pendukung dan tim pemenangan baik dari unsur, Ranting, PAC, DPC PDIP, politisi PKB maupun elemen masyarakat yang masih ingin mengendaki duet Muhtarom – Iswanto memimpin kembali pada periode 2013-2018 nanti.

“Jumlahnya ratusan. Pokoknya dari semua kalangan. Dan mereka itu yang menghendaki Mbah Tarom macung lagi untuk periode kedua,” ujar sumber Memo diinternal PDIP setempat.

Praktis, peta politik itu sedikit menguatkan wacana berkembang jika Muhtarom lebih berpeluang mengantongi rekomendasi dari DPP PDIP, dibanding sosok Sukiman yang ratingnya semakin hari-semakin jauh tertinggal dan cenderung ditinggalkan massa.

Apalagi, sesuai hasil survei PDIP, Muhtarom lebih unggul, baik dari sisi popularitas maupun elektabilitas. Belum lagi, dia juga lebih menguasai politik praktis dan basis massa religius NU, sistem birokrasi dan logistik. Serta dukungan secara elit politik yang masuk di struktur DPC PKB.

Tak heran, wacana membangun kekuatan antara PDIP-PKB juga terus dikumandangkan. Jika rekomendasi jatuh ke tangan Muhtarom. “Komunikasi kita dengan PDIP sudah berjalan. Karena itu, apa tidak lebih baik kalau kita itu berhimpun. Ini bukan persoalan Muhtarom dan Ristu, tapi ini adalah persoalan PKB dan PDIP,” kata Muhtarom belum lama ini. (re)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: