//
you're reading...
Uncategorized

Muhtarom Berpeluang Kantongi Rekom PDIP

MiTRa-Madiun, Muhtarom, Bupati Madiun tampaknya lebih berpeluang mengantongi rekomendasi dari DPP PDIP untuk maju berlaga pada Pemilukada Kabupaten Madiun 2013 mendatang.

Informasi diinternal PDIP dan masyarakat menyebutkan, apabila politisi PKB itu benar-benar maju lewat PDIP, maka peluangnya lebih besar dibandingkan rivalnya H. Sukiman mantan Sekda Kabupaten Madiun itu, lantaran hasil survei internal PDIP, figur Muhtarom lebih unggul.

“Hasil survei dilakukan PDIP, memang pak Tarom (Muhtarom,red) lebih unggul, baik popularitas maupun elektabilitas,” ungkap politisi PDIP kepada Memo yang enggan disebutkan namanya belum lama ini.

Diketahui, hingga kini tercatat ada tiga bacabup dan lima bacawabup yang sudah mengambil formulir di PDIP. Sukiman orang yang pertama mengembalikan berkas dokumen pendaftaraan ke DPC PDIP dan dua bacabup lainnya belum, yaitu Muhtarom dan Y. Ristu Nugroho. Termasuk lima bacawabup, yaitu Heni Dwi Sulistyaningsih Direktris PT Diantama Talenta Prima), Supriadi, Sofia Ervan, Budi Hartono dan Subari.

Sinyal kuat rekomendasi DPP PDIP bakal jatuh ke tangan orang nomor satu di Kabupaten Madiun itu, tampaknya juga sudah terbaca oleh kalangan politisi PKB. Tidak heran, sesuai hasil rapat internal DPC PKB telah memutuskan Muhtarom untuk macung melalui PDIP. “SK-nya sudah ada. Bahwa saya diberangkatkan lewat PDIP,” kata Muhtarom belum lama ini.

Bahkan, Muhtarom juga sudah mulai mengobral janji akan memformulasikan kebersamaan yang sudah terjalin antara dirinya selaku Ketua DPC PKB dengan PDIP agar berjalan seirama. Hal itu jika rekomendasi DPP jatuh pada dirinya.

“Komunikasi kita dengan PDIP sudah berjalan. Karena itu, apa tidak lebih baik kalau kita itu berhimpun. Ini bukan persoalan Muhtarom dan Ristu, tapi ini adalah persoalan PKB dan PDIP,” katanya.

Sementara itu, Sukiman tampaknya juga tak mau kalah. Dia mengaku optimis dan akan berupaya maksimal merebutkan rekomendasi DPP PDI, kendati dalam survei PDIP dia ratingnya dibawah Muhtarom. Bahkan, saat pengembalian berkas pendaftaran, Senin (23/7/12) lalu, ia juga menyertakan dokumen persyaratan salah satunya bukti ribuan tanda tangan dukungan.

“Saya tidak mau berandai-andai. Yang penting bagaimana caranya usaha maksimal. Karena saya maju itu serius. Saya optimis. Bismillah dan Alhamdulillah,” kata Sukiman.

Pendapat sejumlah pengamat politik lokal tidak jauh beda. Dinilai, peluang Muhtarom lebih besar dibandingkan Sukiman. Hal itu didasarkan, faktor penguasaan politik praktis, sistem dan logistik dimikili oleh incumbent.

“Incumbent masih kuat. Dia menguasai sistem politik dan birokrasi. Apalagi, juga sebagai politisi lama khususnya di kalangan NU dan PKB,” ungkap Wahyu, pengamat politik lembaga consultan dan survei di Madiun.

Secara terpisah, Ketua DPC PDIP Kabupaten Madiun Yohannes Ristu Nugroho secara tegas menyatakan siapapun calon bupati (cabup) yang mendapat rekomendasi dari partai, akan diamankan dan didukung. Sedangkan kader partai yang terbukti mbalelo akan diberikan sanksi tegas.

“Siapa pun yang direkomendasi oleh Ketua Umum atau DPP, maka wajib hukumnya bagi semua kader partai untuk mendukung, mengamankan, menyukseskan dan memenangkan calon itu,” kata Ristu Nugroho sebelumnya. (re/yu)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: