//
you're reading...
Uncategorized

Sekda Vs Bupati Berebut Rekom PDIP

MiTRa-Madiun, Rivalitas antara Sukiman mantan Sekda Kabupaten Madiun dan Muhtarom Bupati Madiun, cukup sengit. Setelah konflik di internal birokrasi dan perang cipta opini, keduanya kini juga bersaing memperebutkan dukungan dan rekomendasi dari DPP PDIP guna mencalonkan diri sebagai calon bupati (cabup) dalam Pilkada 2013.

Kedua lawan politik bebuyutan itu sekarang sudah sama-sama mengambil formulir pendaftaran sebagai bakal calon bupati di DPC PDIP. Sukiman kini Sekda Trenggalek dielu-eluhkan masyarakat Madiun ini, mendafatar lebih awal tanggal 9 Juli lalu.

Sedangkan Muhtarom saat penutupan pendaftaran yang diwakilkan oleh Sekretaris DPC PKB Nuryanto, Rabu (18/7/12). Disusul oleh Ketua DPC PDIP Kab Madiun Y. Ristu Nugroho turut meramaikan perebutan rekomendasi.

Untuk lima bakal calon Wakil Bupati (Cawabup) yang sudah daftar, Heni Dwi Sulistyaningsih Direktris PT Diantama Talenta Prima), Supriadi Bendahara DPC PDIP, Sofia Ervan (pengusaha), Budi Hartono (orang dekat Budiman Sijatmiko anggota DPRRI Fraksi PDIP) dan Subari Sekretaris DPC PDIP Kab Madiun.

Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Madiun DPC PDIP, Yanto mengatakan, mereka yang datang kekantor DPC PDIP baru sebatas mengambil formulir. Sehingga,selama belum mengembalikan formulir, maka mereka belum bisa dikatakan sebagai bakal calon.

“Batas pengembalian formulir dua minggu setelah yang bersangkutan mengambil formulir. Misalnya Pak Sukiman yang mengambil formulir pendaftaran tanggal 9 Juli, maka dua minggu setelah itu harus mengembalikan. Jika tidak, maka dianggap gugur,” katanya.

Menurunya, DPC PDIP tidak menutup kemungkinan akan membuka kembali penjaringan tahap dua. Ini dilakukan, jika dari sekian calon yang mengambil formulir kurang dari empat orang. “Tapi apabila yang mengembalikan formulir terpenuhi empat orang, pendaftaran langsung ditutup,” katanya.

Secara terpisah, Muhtarom dikonfirmasi membenarkan, jika dirinya berniat mendaftar sebagai bakal calon Bupati Madiun dari PDIP. Alasannya, atas keputusan rapat internal DPC PKB. “SK-nya sudah ada. Bahwa saya diberangkatkan lewat PDIP,” kata Muhtarom kepada wartawan, Rabu (18/7/12).

Bahkan, Muhtarom juga mulai mengobral janji jika rekomendasi DPP jatuh pada dirinya. Salah satunya, akan memformulasikan kebersamaan yang sudah terjalin antara dirinya selaku Ketua DPC PKB dengan PDIP agar berjalan.

“Komunikasi kita dengan PDIP sudah berjalan. Karena itu, apa tidak lebih baik kalau kita itu berhimpun. Ini bukan persoalan Muhtarom dan Ristu, tapi ini adalah persoalan PKB dan PDIP,” katanya.

Praktis, pernyataan Muhtarom tersebut menguatkan wacana koalisi PKB-PDIP dan bangunan kompromi politik yang sejak awal tahun lalu santer dibicarakan. Sehingga,. Jika itu terjadi secara otomatis,kader dan pengurus di internal PDIP pecah antara kubu Sukiman dan Muhtarom. Sedangkan Sukiman tetap akan berlayar dengan tiket awal yang kabarnya sudah ditata Soekarwo, Gubenur Jawa Timur, dan internal PDIP terjadi perpecahan. (re)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: