//
you're reading...
Uncategorized

Petani Madiun Tuntut Pembentukan Tim Waduk Kresek

MiTRa-Madiun, Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Madiun mendesak eksekutif dan legislatif segera membentuk tim formal pembangunan waduk kresek.

‘’Harusnya dibentuk tim waduk Kresek secara formal, sehingga lebih fleksibel dan agar kita tidak saling curiga mencurigai,” kata Ketua KTNA Suharno saat hearing dengan Komisi D DPRD setempat, Senin (16/7/12).

Selain itu, tambahnya, pembentukan tim juga bisa menjadi solusi guna mengantisipasi tidak adanya kebijakan yang jelas dari eksekutif maupun legislatif.

“Kita tidak bisa melangkah sendiri, butuh rekomendasi dan bukti dari legislatif dan eksekutif terkait dengan layak dan tidaknya jika ada waduk di Kresek,” katanya.

Hearing dihadiri eksekutif pemkab Madiun, terdiri Bappeda, Kepala PU Pengairan Antonius Djaka dan Kepala PU BMCK Arnowo Wijaya itu, buntut belum adanya kejelasan rencana pembangunan waduk Kresek di wilayah Kec. Wungu.

Padahal, pembangunan waduk Kresek itu sangat dibutuhkan petani terutama diwilayah Wungu, Dagangan, dan Geger. Pasalnya, setiap tahun 7000 hektar lahan pertanian kekurangan air saat memasuki musim tanam ke dua dan ke tiga.

‘’Sampai Sekarang kenapa tidak ada kabar penanganan Waduk Kresek, padahal petani sudah berebut air dengan Pabrik Gula. Sebenarnya pak Anton (Kadin PU pengairan) kerjo po ra ?, ’’ kata Suharno dengan nada kecewa.

Suharno juga mempertanyakan soal alokasi anggaran pembangunan yang sampai sekarang masih simpang siur, dari Rp 500 miliar, kini berubah menjadi Rp 1,7 triliun.

”Jangan-jangan ini cuma dibesar-besarkan biar waduknya nggak jadi dibangun. Padahala, ayo yang penting mari kita berjuang untuk waduk kresek dan petani. Soal gol atau tidak biar pemerintah pusat yang menentukan,’’ aktivis yang sudah malang melintang di dunia pertanian ini.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kab. Madiun Ali Jayadi berkilah, belum dibangunnya waduk Kresek karena factor ekonomis. Sebab anggaran dibutuhkan mencapai Rp 1,7 triliun.

“Seingat saya, sudah ada tiga Kepala Dinas yaitu Zainal Abidin, Budijono dan Antonius. Namun, hingga sekarang ini belum ada yang bisa mengegolkan proyek tesebut,” kata Ali Jayadi.

Kepala PU pengairan Kab. Madiun Antonius Djaka mengklaim jika pihaknya sudah bekerja maksimal mengegolkan rencana pembangunan waduk kresek. Namun untuk saat ini masih terkendala hasil kajian dari Balai Besar Bengawan Solo.

“Hasil kajian yang dibiayai dari Pemprop Jatim berikut dokumen lainnya sudah diserahkan ke Bengawan Solo dan pusat. Jadi, kami masih menunggu. Pastinya, kami mendukung petani terkait waduk Kresek,” ujarnya. (re)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: