//
you're reading...
Uncategorized

Kecewa Bupati, Petani Madiun Ancam Tutup Sungai Catur

MiTRa-Madiun, Merasa tidak ada kepastian dari Bupati Madiun Muhtarom soal rencana pembangunan Waduk Kresek di wilayah Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun, kalangan petani kecewa. Mereka mengancam akan menutup saluran sungai catur menuju dua pabrik gula dan ke PDAM.

Suharno, Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Madiun, membenarkan adanya rencana aksi penutupan saluran sungai catur dilakukan oleh para petani yang sebelumnya melakukan unjuk rasa di DPRD dan Pemkab Madiun, Selasa (3/7/12) lalu.

“Rencana ancaman menutup saluran air tersebut akan dilakukan para petani pekan depan,” kata Suharno.

Meski demikian, terang Suharno, pihaknya akan berupaya untuk menempuh jalur dialog sebelum ancaman benar-benar dilakukan. ‘’Keinginan kita sederhana, pemerintah daerah harus mau menandatangi komitmen untuk pembangunan waduk kresek,’’ kata Suharno yang juga koordinator aksi unjuk rasa.

Dijelaskan, bahwa debit air sungai catur berkurang drastis dua tahunan terakhir. Tepatnya selepas PDAM membuat jaringan IPAL di wilayah Wungu. Sehingga air sungai catur yang disalurkan untuk memenuhi kebutuhan PDAM mencapai 160 liter per detik. Kondisi ini juga diperparah dengan debit air yang mengalir di dua pabrik gula yang totalnya mencapai 390 liter perdetik.

Sesuai data, debit sungai catur yang bermuara di golang mencapai 1200 liter perdetik. Setelah digunakan untuk PDAM, listrik, hingga suplai ke pabrik gula, saat ini untuk pertanian tinggal 300 liter per detik.

“Debit itu terlalu kecil, karena lahan petanian di wilayah utara mencapai 5000 hektar dan kebutuhan air bisa mencapai 1500 liter perdetik. Kalau dipakasakan hanya 300 liter per detik mana cukup,” paparnya.

Sementara itu, sejumlah petani mengaku, kenekatan para petani ini dipicu karena saat dialog antara petani dan pemerintah daerah ketika aksi unjuk rasa lalu, tidak menghasilkan komitmen tentang pembangunan waduk. Pihak Pemkab seakan tutup mata dengan kegelisahan petani mengadapi kondisi puso di lahan pertaniannya.

“Kalau tidak ada penjelasan dan Bupati Muhtarom tidak mau kami temui, maka kami akan nggruduk kantor gubernuran di Surabaya. Tidak itu saja, saluran air menuju dua pabrik gula dank e PDAM akan kami tutup,’’ ujar Sudarto, petani Desa Prambon, Kecamatan Dagangan.

Diketahui sebelumnya, Selasa (3/7/12) siang ratusan petani dari Kecamatan Wungu, Kecamatan Dagangan dan Kecamatan Geger berunjuk rasa di DPRD dan Kantor Pemkab Madiun. Mereka menuntut percepatan pembangunan waduk Kresek. Dalam aksinya, mereka tidak ditemui Bupati melainkan hanya Asisten I Budi Cahyono. Dia mengatakan rencana pembangunan waduk Kresek mulai 2007 hingga saat ini masih dalam pengkajian dan study oleh Tim. (re)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: