//
you're reading...
Uncategorized

Hismawa Migas dan Eksekutif Sidak Agen Elpiji

* Harga Naik Dinilai Wajar

Pilarnews-Madiun, Menyusul kelangkaan elpiji 3 kilogram (kg) yang disinyalir akibat ulah agen-agen nakal mulai disikapi. Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas (Hiswana Migas) Madiun bersama tim eksekutif Pemkab Madiun, Selasa (12/6/12) melakukan sidak ke sejumlah pengecer dan pangkalan.

Pelaksana Harian (Plh) Ketua DPC Hiswana Migas Madiun Agus Wiyono mengatakan, peluang agen yang nakal menjual tabung gas elpiji 3 kilogram ke luar provinsi dimungkinkan bisa terjadi.

“Misalnya dijual ke Jawa Tengah, sebab Harga Eceran Tertinggi (HET) di Jawa Tengah lebih tinggi dari Jawa Timur,” kata Agus kepada wartawan di sela-sela sidak, Selasa, (12/6/12).

Dijelaskan, untuk HET elpiji 3 kg di Jawa Tengah di tingkat agen Rp12.500. Sedangkan HET elpiji 3 kg tahun 2012 di Jawa Timur adalah Rp11.850 di tingkat agen dan Rp 12.750 di tingkat pangkalan.

Karena itu, jelas Agus, apabila hasil sidak diketahui ada yang dijual ke luar provinsi atau rayon lain, maka pihaknya yang bertugas membantu pengawasan dan pendataan akan melaporkan ke pihak terkait.

”Soal penindakan agen-agen yang nakal diserahkan ke Diskoperindagta dan Pertamina. Sanksinya mulai dari peringatan sampai Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” ujarnya.

Selain itu, Agus mengatakan jika untuk sementara ini belum ada kelangkaan akibat pengurangan pasokan baik dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) ke agen maupun dari agen ke pangkalan hingga ke pengecer.

“Pasokan dari Pertamina tetap, yang dilakukan adalah rasionalisasi, bukan pengurangan,” kata Agus seraya menjelaskan, rasionalisasi yang dimaksud adalah penyesuaian jumlah pasokan dari PT Pertamina (Persero) ke agen.

”Realisasi pengiriman bulan ini ditentukan berdasarkan rata-rata volume pemesanan agen dalam tiga bulan terakhir,” tambahnya.

Sementara itu, terkait permasalahan kenaikan harga elpiji 3 kg belakangan ini dikeluhkan rakyat kecil, justru terkesan diabaikan oleh eksekutif Pemkab Madiun, karena dinilai hal yang wajar.

“Saya kira kalau sampai Rp14 ribu masih wajar karena ada biaya tambahan pengiriman barang,” kata Kepala Seksi Kemetrologian dan Perlindungan Konsumen Diskoperindagta Kabupaten Madiun, Suprijadi.

Sidak dilakukan tampaknya tidak membuahkan hasil dan terkesan hanya sebagai kegiatan formalitas guna menanggapi keluhan masyarakat. Kendati demikian, Diskoperindag berjanji akan memperketat pengawasan penjualan elpiji lintas rayon bersama Hiswana Migas.

Diketahui sebelumnya, warga miskin di wilayah Kabupaten Madiun mulai menjerit. Sebab, gas elpiji 3 kg sepekan hilang dipasaran. Bahakn, kalaupun ada, harganya mencekik leher. Jika biasanya, harga di pengecer hanya sebesar Rp. 13 ribu untuk 1 tabung gas elpiji 3 kg, sekarang naik menjadi Rp. 15 ribu. Disinyalir kuat, kondisi itu akibat ulah para distributor/agen yang ingin mengeruk keuntungan besar. (re)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: