//
you're reading...
Uncategorized

Nasib 145 KK Kedungbrubus Terkatung-Katung

* Pemerintahan Muis Hanya Mampu Janji

Pilarnews-Madiun, Dari tahun ke tahun Pemerintahan Muhtarom-Iswanto hanya mampu berjanji. Akibatnya, nasib 145 Kepala Keluarga (KK) korban penggusuran proyek waduk Kedungbrubus Pilangkenceng Kabupaten Madiun terkatung-katung. Lantaran, belum mengantongi sertifikat lahan pengganti yang dijanjikan.

Salimo, Kepala Dusun Kedungbrubus Pilangkenceng menyampaikan, demi pembangunan waduk, ratusan warganya rela menderita bertahun tahun dilokasi yang baru.

“Demi waduk, kami sudah menderita bertahun-tahun. Sekarang masih juga digantung. Seakan masalah ini tak ada selesainya,” kata Salimo dihadapan Wakil Bupati Madiun Iswanto saat acara cangkrukan bareng dengan warga setempat di lokasi resettlement, Rabu (6/6/12).

Karena itu, Salimo dan warga lain mendesak Pemkab Madiun benar-benar memperhatikan nasibnya.”Kami minta ada kejelasan. Tidak hanya janji. Mudah-mudahan, tahun benar-benar tuntas sesuai harapan warga,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Madiun Iswanto berjanji akan menyelesaikan proses sertifikasi lahan pengganti yang kini ditempati warga paling lambat akhir tahun 2012.

“Realisasi penerbitan sertifikat untuk 140 KK di targetkan tuntas tahun ini,” janji Iswanto seraya menerangkan proses sertifikasi tanah pengganti yang ada di Pacitan sekarang ini sudah final.

Diketahui, pertemuan antara Pemkab Madiun dengan warga, menyusul aksi protes dilakukan oleh warga yang menuntut sertifikasi lahan pengganti yang sudah hampir tujuh tahun tak kunjung direalisasikan Pemkab Madiun.

Bahkan, penuturan warga saat dialog dengan Wabup Iswanto beberapa waktu lalu juga menerangkan jika satu per satu warga Kedungbrubus korban proyek waduk Kedungbrubus banyak yang meninggal. Lantaran ‘ngenes’ mikir proses sertifikasi lahan pengganti.

‘’Kula mriki badeh nagih seritifikat. Pak Wabup, tonggo kanan kiri kula katah sing sedo mikir sertifikasne, kula niki sing tasih bertahan. (Saya datang menagih janji sertifikasi. Pak Wabup, tetangga kanan kiri saya banyak yang meninggal mikir sertifikasi),’’ ungkap Kademin salah satu perwakilan warga Kedungbrubus sebelumnya.

Selain permasalahan sertifikasi lahan pengganti, permasalahan akibat proyek waduk Kedungbrubus yang menelan anggaran hampir Rp. 45 miliar itu masih cukup besar. Diantaranya, persoalan non fisik maupun fisik yang kini ’amburadul’. Bahkan, selama ini warga terkesan hanya dijadikan alat untuk kepentingan politik oknum tertentu. (re)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: