//
you're reading...
Uncategorized

PK, Kokok Raya Ajukan Novum dan Saksi Ahli

Pilarnews-Madiun, Sidang Peninjauan Kembali (PK) mantan Ketua DPRD Kota Madiun periode 1999-2004 lalu Kokok Raya, Rabu (6/6) digelar di Pengadilan Negeri (PN). Sidang dengan agenda penyerahan dan pemeriksaan bukti baru (novum) diajukan Kokok Raya, dipimpin Ketua Majelis Hakim Arif Budi Cahyono SH dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Safir SH.

“Sesuai aturan dalam KUHAP, PK dapat dilakukan dengan sejumlah persyaratan yaitu ada bukti baru, keputusan berbeda dengan kasus yang sama dan kekhilafan hakim,” ujar Arif Budi Cahyono SH.

Sisi lain, pihak pengacara juga mendatangkan saksi ahli, Prof, DR Muksan SH guru besar kehormatan Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta dan mantan hakim agung untuk didengar keterangannya.

Selanjutnya dipertanyakan oleh Majelis Hakim. “Saksi ini disampaikan ke persidangan untuk apa ?,” ujar Ketua Majelis Hakim.

Pihak pengacara diwakili M Juli Pujiono SH, mengatakan jika keterangan saksi untuk memperjelas soal novum dan hal lain seputar PK. Kemudian, setelah diadakan pengecekan surat-surat, sidang dilanjutkan mendengarkan keterangan saksi ahli di ruang utama PN Kota Madiun.

Usai sidang, Arif Budi Cahyono SH menyatakan berdasarkan pemeriksaan sebanyak 7 novum yang disampaikan pengacara dianggap baru. Tahap selanjutnya, minggu depan pemeriksaan dan penandatanganan berita acara, kemudian dikirim ke Mahkamah Agung (MA).

Menanggapi hal itu, M Yuli Pujiono SH merasa senang dan optimis pengajuan PK diterima MA. “Kami yakin MA memberikan putusan terbaik kepada klien kami, sebab novum kami ajukan memang baru dan ada kas us yang sama dan akhirnya diterima,” ujarnya.

Sebelumnya, Kokok Raya bersama pimpinan dan anggota DPRD Kota Madiun, tersandung kasus korupsi keuangan DPRD Tahun anggara 2002, 2003 dan 2004 lalu. Total anggaran Rp 8,3 milyar, lalu divonis bersalah ditingkat PN, banding di Pengadilan Tinggi (PT) Jatim dan kasasi Mahkamah Agung (MA) memutus bersalah.

Kokok Raya divonis 1,5 tahun dengan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan penjara dan uang pengganti Rp 366 juta subsider 6 bulan penjara. Dalam sidang PK ini pengacara mengajukan sebanyak 7 bukti baru, hasil temuan pengacara dan belum pernah diajukan dalam persidangan sebelumnya.(re)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: