//
you're reading...
Uncategorized

Warga Miskin Di Kabupaten Madiun Melonjak

* Jumlah Penerima Raskin Naik 20 Ribu

Pilarnews-Madiun, Klaim pemerintahan Muhtarom-Iswanto telah mensejahterakan masyarakat Kabupaten Madiun hanya ’isapan jempol’. Lantaran, tahun ini warga miskin cenderung melonjak.

Indikatornya, jumlah penerima beras untuk keluarga miskin (Raskin) mulai Juni ini menjadi 70.296 rumah tangga sasaran (RTS) atau naik lebih dari 20 ribu dari sebelumnya hanya 50.429 RTS. Praktis, jatah raskin 15 kilogram per RTS per bulan, juga naik dari 756.435 kg tiap bulan menjadi 1.054.350 kg tiap bulan.

Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Madiun M. Komari, mengatakan peningkatan ini akan berlangsung mulai Juni hingga Desember mendatang. Sedangkan untuk Januari hingga Mei masih menggunakan data lama

“Pembuatan pagu raskin berdasar pada PPLS (Pendataan program Perlindungan Sosial) 2008 oleh BPS (Badan Pusat Statistik). Nah, saat ini dasarnya berubah menjadi PPLS 2011,” kata Komari kepada wartawan, Jumat (1/6/12).

Komari menjelaskan, dari PPLS 2011 serta Surat Gubernur bernomor 518/8652/021/2012 tentang Pagu Raskin, penerima raskin mulai Juni diperlebar. Dari semula sasarannya hanya warga dengan kategori sangat miskin dan miskin kini ditambah warga hampir miskin. “Kalau tadinya dua kategori, sekarang tiga kategori itu. Tambahannya warga hampir miskin,” ungkapnya.

Untuk harga tebusan raskin, Komari menyatakan masih pada harga sebelumnya yaitu sebesar Rp1.600/kg. Hal ini sudah dikoordinasikan dengan Bulog dan tinggal dibuatkan Surat Perintah Alokasinya (SPA). “Bulog sudah siap. Berasnya untuk Kabupaten Madiun cukup sampai Maret 2013. Kalau Jawa Timur cukup sampai Februari 2013,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Madiun Muhtarom mengklaim tidak ada masalah dengan peningkatan jumlah penerima raskin ini. Lantaran, tidak berhubungan dengan jumlah warga miskin di daerahnya.

“Tidak ada perubahan data warga miskin, sebab hanya penambahan kategori penerima raskin saja. Yang semula penerima raskin adalah level sangat miskin dan miskin, sekarang dinaikkan atau ditambah warga yang hampir miskin itu saja,” kata Muhtarom.

Muhtarom justru menyoroti model distribusi raskin yang menurutnya harus diperbaiki. Menurut politisi dari PKB ini, sebaiknya penyaluran raskin dilakukan dengan cash and carry atau langsung bayar. Hal ini untuk menghindari terjadinya pengemplangan atau mengambil tanpa bayar hingga terjadi hutang.

“Kita ingin menghindari adanya penyimpangan. Jadi lebih baik langsung bayar daripada diselewengkan pihak-pihak yang terlibat dalam penyaluran,” ujarnya. (re)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: