//
you're reading...
Uncategorized

Kabupaten Madiun Terima Alat Perekam Data E-KTP Bobrok

Pilarnews-Madiun, Pelaksanaan pembuatan data kependudukan elektronik (E-KTP) di Kabupaten Madiun terkendala peralatan yang bobrok. Lantaran, puluhan set alat perekam data yang didistribusikan ke Kecamatan dalam kondisi bekas.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Madiun Puji Widodo dikonfirmasi membenarkan, semua peralatan operasional untuk perekaman data didistribusikan pemerintah pusat dalam kondisi bekas. Bahkan di sejumlah kecamatan alatnya dinyatakan rusak.

“Jujur saja, kondisi ini membuat upaya seluruh kecamatan dalam melakukan perekaman E-KTP tidak bisa berjalan maksimal. Ini sangat merepotkan kami,” kata Puji Widodo kepada wartawan, Jumat (1/6/12).

Sedangkan jumlah peralatan perekaman data yang didistribusikan ke 15 Kecamatan sebanyak 30 set. Alat itu digunakan untuk pemindai sidik jari, iris mata dan kamera yang ada di wilayah tersebut ndongkrok

“Karena kondisi ini, kita sudah menugaskan Kepala Bidang Kependudukan Dispendukcapil A. Romadhon datang ke Jakarta, agar pusat melakukan pengecekan terhadap peralatan tersebut,” jelasnya.

Pantauan dilapangan, beberapa kecamatan yang mengalami kendala peralatan bobrok diantaranya di Kecamatan Dagangan, Kecamatan Wonoasri, Kecamatan Mejayan, Kecamatan Balerejo dan Kecamatan Wungu.

“Alat kita terima tanggal 23 Mei lalu. Namun, CPU dan alat perekam sidik jari kondisinya sudah berlubang. Petugas operator E-KTP melaporkan kepada saya seperti itu dan saya teruskan ke Dispendukcapil,” kata Camat Mejayan Joko Lelono.

Menurutnya, dengan kondisi peralatan yang rusak itu, pihaknya pesimis jika pelaksanaan E-KTP dapat selesai sesuai target. “Jumlah wajib E-KTP di wilayah kami sangat banyak mencapai 38.437 wajib E-KTP. Kalau seperti ini bisa kalang kabut,” jelasnya.

Senada diungkapkan Camat Balerejo, Didik Harianto. Dia mengatakan, menerima alat perekam E-KTP sudah dalam kondisi bekas dan sebagian alat tak berfungsi secara maksimal.

Mengetahui alat yang dikirim sudah bekas, akhirnya alat tersebut oleh operator langsung dimasukkan lagi kedalam kardus untuk diserahkan ke Dispendukcapil.

Terkait kondisi itu, Didik meminta, agar didatangkan teknisi yang bisa memperbaiki peralatan rusak. “Kalau ada tehnisinya, petugas kami khan bisa maksimal, lha kalau alatnya sering rusak dan ngadat mana bisa kerja, apalagi kami juga dikejar target menuntaskan 38 ribu wajib E-KTP,” ujarnya. (re)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: