//
you're reading...
Uncategorized

Ngenes Mikir Sertifikat, Warga Brubus Banyak Yang Meninggal

Pilarnews-Madiun, Satu per satu warga Kedungbrubus Kec. Pilangkenceng Kab. Madiun korban penggusuran proyek waduk Kedungbrubus meninggal. Lantaran ‘ngenes’ mikir proses sertifikasi lahan pengganti yang sudah tujuh tahun tak kunjung dirampungkan pemerintahan Muhtarom-Iswanto.

Hal itu terungkap ketika perwakilan warga yang kini menempati lahan resettlement di Dusun Kelis Desa Bulu Kec. Pilangkenceng Kab. Madiun mengadukan nasibnya ke Pemkab Madiun, kemarin (30/5). Mereka diterima oleh Wakil Bupati Madiun Iswanto.

‘’Kula mriki badeh nagih seritifikat. Pak Wabup, tonggo kanan kiri kula katah sing sedo mikir sertifikasne, kula niki sing tasih bertahan. (Saya datang menagih janji sertifikasi. Pak Wabup, tetangga kanan kiri saya banyak yang meninggal mikir sertifikasi),’’ ungkap Kademin salah satu perwakilan warga Kedungbrubus dihadapan Wakil Bupati Iswanto.

Karena itu, warga meminta Pemkab Madiun tidak hanya mengobral janji saja. Namun harus membuktikan keseriusan menyelesaikan proses sertifikasi.
”Kula nyuwun pemerintah ojo semoyo mawen, bagine warga sertifikat niku sedumuk batuk senyari bumi,” pinta Kademin.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dusun Kedungbrubus, Salimo menjelaskan, jika saat ini ada 148 KK yang menunggu kejelasan sertifikat lahan seluas 40 hektare. Warga ingin segera mendapat sertifikat tersebut agar memiliki legalitas menempati lahan milik perhutani tersebut. ‘’Banyak warga yang nanyak ke saya sampai kapan sertifikasinya jadi, kami bingung menjawabnya,’’ jelasnya.

Dia juga mendesak agar buku dan peta tata batas untuk bisa digandakan dan dikirim ke Dusun Kedungbrubus. Agar warga tahu tahapan proses sertifikasi yang telah dilalui. ‘’Kalau pulang dari Pemkab Madiun nggak bawa bukti, warga tidak percaya. Kami berharap buku tata batas dan petanya bisa digandakan,’’ jelasnya.

Hal serupa juga diungkapkan, Ismilah Sudjiati, kades Bulu. Pihakinya juga mendesak agar pemerintah daerah datang ke Dusun Kedungbrubus untuk menjelaskan proses sertifikasi yang sedang berlangsung. Pasalnya, warga tidak percaya dengan penjelasan kasun maupun kades. Mereka menginginkan penjelasan langsung dari pimpinan daerah. ‘’Kami sudah berupaya menjelaskan, mereka tidak percaya. Kami berharap pemerintah daerah bisa turun langsung ke dusun Kedungbrubus,’’ terangnya.

Menanggapi keluhan warga, pemerintah kabupaten Madiun kembali mengumbar janji. Wabup Iswanto berjanji akan menyelesaikan sertifikasi tahun ini. Alasannya, sejak dua tahun lalu, Pemkab Madiun telah mengalokasikan dana sekitar Rp 235 juta untuk pembuatan sertfikat warga.

‘’Targetnya tahun ini harus sudah rampung, kami akan terus berjuang untuk menyelesaikan proses ini,’’ kata Iswanto.

Menurutnya, proses sertifikasi saat ini telah masuk tahap 16 atau proses pel;epasan kawasan hutan. Sebelumnya, pihaknya menyelesaikan tahap 15 atau pembuatan buku dan peta tata batas. ‘’Kita telah memberikan lahan penganti pada perhutani, yakni ilwyaha Pacintan. Lahan itu sudah diukur dan dibuat buku tata batasnya,’’ jelasnya.

Sisi lain, Iswanto juga berjanji akan turun langsung menjelasakan proses tahapan kedungbrubus pada warga. Rencananya minggu depan, wabup akan menemui warga. ‘’Saya siap bertemu warga. Nanti saya sendiri yang datang ke Kedungbrubus. Untuk minggu ini saya akan ke Jakarta dulu, rencananya baru minggu depan saya bisa kesana,’’ janjinya lagi.

Diketahui, selain permasalahan sertifikasi lahan pengganti, permasalahan akibat proyek waduk Kedungbrubus yang menelan anggaran hampir Rp. 45 miliar itu masih cukup besar. Diantaranya, persoalan non fisik maupun fisik yang kini ’amburadul’. (re)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: