//
you're reading...
Uncategorized

‘Selingkuh’, Camat Jiwan Dinonjob

* Massa Demo Bupati

Pilarnews-Madiun, Diduga terlibat skandal asusila (selingkuh,red) dengan pria idaman lain (PIL), Puji Rahmawati Camat Jiwan Kabupaten Madiun akhirnya dinonjobkan menjadi staf. Bahkan sanksi pemecatan dan penurunan pangkat sudah di depan mata.

Hal itu diungkapkan Inspektur Inspektorat Bambang Budi Utomo saat menerima perwakilan massa pengunjuk rasa tergabung dalam Koalisi LSM Madiun di ruang rapat Kantor Pemkab Madiun, Rabu (30/5/12).

“Puji telah dinonjobkan dari jabatan Camat terhitung tanggal 29 Mei 2012 dan menjadi staf di Bagian Tata Pemerintahan,” kata Inspektur Inspektorat Bambang Budi Utomo.

Bambang juga menjelaskan, bahwa pengusutan kasus dugaan perselingkuhan ini dilakukan, setelah pihaknya mendapatkan laporan resmi dari pihak suami Puji Rahmawati, berikut bukti foto dan SMS.

Sedangkan hasil pemeriksaan sementara, terangnya, terlapor (Puji,red) tidak mengakui semua tuduhan yang dilaporkan. Namun pihak suami selaku pelapor tetap menyakini jika isterinya diduga telah melakukan perbuatan asusila.

“Hasil pemeriksaan sementara, Puji menganulir semua tuduhan dan pihak pelapor tetap menyakini data disampaikan vailid,” kata Bambang.

Menurut Bambang, dalam kasus selingkuh memang tidak mudah untuk dibuktikan. Karena itu, untuk membuktikan kebenaran kasus tersebut, termasuk bukti foto dan SMS, pihaknya menunggu hasil proses hukum dari aparat penegak hukum. Sebab, kasus ini juga dilaporkan ke Kepolisian maupun Denpom.

“Apabila sudah ada putusan inkrah, maka baru kita beri sanksi. Baik sanksi berat berupa pemberhentian tidak hormat maupun sanksi penurunan pangkat,” jelasnya.

Diketahui, aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Pemkab Madiun menyoal pejabat selingkuh, diikuti sekitar 100 orang. Massa terdiri dari LSM Mantra (Pimpinan Subari), LSM WKR (Budi Santoso), LSM Abimantrana (Herutomo), LSM Geram (Bagus dan Yono), LSM Walidasa (Sutrino), LSM Forum Pemuda Madiun (Joko Susilo), LSM Masyarakat Anti Korupsi (Bangun Budi Harso), LSM Madiun Procurement Watch (Handoko alias Jepang).

Dalam orasinya, massa menuntut Bupati Madiun Muhtarom menindaktegas para oknum pejabat yang diduga terlibat perselingkuhan. Salah satunya mencopot Puji Rahmamawati dari jabatan Camat Jiwan,

“Namanya saja camat, harusnya khan menjadi teladan dan contoh yang baik bagi masyarakatnya. Kalau camatnya saja seperti itu, lha bagaimana dengan warganya,” ujar Subari, Koordinator Aksi.

Selain berorasi massa juga membentangkan beberapa spanduk dan poster bertuliskan “Pecat dan gantung pejabat selingkuh”, “Inilah produk pejabat yang diangkat karena unsur like anda dislike”, Adegan tabu jangan ditiru” “Tidak berhasilnya bupati memilih pejabat di Madiun serta beberapa tulisan lainnya. (re)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: