//
you're reading...
Uncategorized

Jelang Pilkada, Mutasi Jilid III Bakal Bergulir

Pilarrakyat-Madiun, Setelah melakukan mutasi pada jilid I dan II, Bupati Madiun H. Muhtarom kabarnya bakal kembali melakukan gebrakan mutasi ‘jilid III’. Bahkan, isue kebijakan perombakan kabinet ini disinyalir tidak lepas dari kepentingan penataan sistem menjelang Pemilukada 2013.

Informasi dilingkup Pemerintah Kabupaten Madiun, rencana mutasi jilid III akan dilaksanakan sekitar tanggal 4 Mei 2012 ini. “Informasinya memang ada rencana mutasi dan promosi jabatan bagi pejabat eselon II, III dan IV,” kata sumber di Pemkab Madiun.

Uniknya, mutasi kali ini diprediksi bakal menjadi ‘kado pahit’ tahun 2012. Apalagi bagi kepala SKPD yang terkena mutasi dari ‘lahan basah’ menuju ‘lahan kering’ hingga nonjob. Sejumlah pejabat diprediksi bakal di ‘kotak’ sebagai staf ahli diantaranya Riantini Kepala Bappeda, Basito Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Beny Adiwijaya Kepala Dinsosnakertrans.

Sedangkan para pejabat yang dianggap ‘loyal’ terhadap Bupati Madiun Muhtarom kabarnya akan dipromosikan menempati pos trategis dan ‘basah’. Seperti halnya, Budi Cahyono, Asisten Perekonomian dan Pembangunan bakal menjadi Kepala Bappeda, Joko Lelono, Camat Mejayan dipromosikan sebagai Kepala Dinsosnakertrans. Untuk Anang Sulistyono, pada mutasi jilid I parkir di Staf Ahli, kali ini akan ditempatkan sebagai Kepala Dishutbun.

Sementara itu, Edy Bintarjo Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) menempati posisi sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan. Eko Junianto Kepala Kantor Lingkungan Hidup (LH) dikenal sebagai orang dekat mantan Sekda Kabupaten Madiun Sukiman diprediksi sebagai Kepala BKP . “Bisa jadi di kotak,” kata Eko Junianto Kepala Kantor LH Kab Madiun melalui SMS.

“Jika melihat peta prediksi rencana mutasi itu, yang perlu diantisipasi dan dikontrol oleh wartawan, elemen masyarakat adalah adanya indikasi kepentingan lebih besar guna menata sistem kepentingan hajat Pilkada,” kata Taufan Arif Budiman Ketua LSM RPK-AD Jawa Timur diwawancari, Senin (23/4/12).

“Bahkan bisa dipastikan, setiap mutasi selalu ada masalah, misal ada PNS yunior mendadak naik pangkat serta jabatan, sedangkan yang dipimpin justru pangkatnya lebih tinggi, inikan aneh. Makanya perlu dipantau dan kalau bisa dilaporkan secara hukum,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pejabat kompetan dengan mutasi belum berhasil dikonfirmasi. Karena undangan hajat mutasi, biasanya akan dilaksanakan secara mendadak. Sedangkan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Madiun, Drs. Mardi’i dikonfirmasi mengaku tidak tahu menahu tentang mutasi. “Tegasnya, aku nggak tahu tentang mutasi, nanti kalau ada pasti diberitahu,” kata Mardi’i, Senin (23/4/12.

Sekedar mengingatkan, belum genap satu semester Bupati Madiun Muhtarom sudah melakukan mutasi dua kali, yaitu jilid I untuk pejabat eselon II, III, IV dilaksanakan pada Januari 2012 dan jilid II pada 17 Pebruari 2012.

Bahkan, kebijakan mutasi itu sempat menyisahkan masalah. Sejumlah PNS protes, karena ada 6 staf di Disperindagkop dan UMKM serta 8 staf Dinsosnakertranst dimutasi, padahal masih sangat dibutuhkan. Di Dinas PU Pengairan yang membutuhkan 10 tenaga staf sarjana tehnik, justru hanya diberi lima tenaga staf dengan basic pendidikan sosial dan lulusan SMA. Sedang di DPU BMCK yang sebenarnya juga butuh tenaga staf dalam jumlah banyak, hanya diberi satu orang tenaga staf. (re/wahyu)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: