//
you're reading...
Uncategorized

Verifikasi Diduga Janggal, Puluhan Tenaga Sukuan Ngluruk BKD

Pilarrakyat-Madiun, Disinyalir ada kejanggalan pelaksanaan verifikasi, puluhan tenaga sukuan dari 28 Satuan Kerja (Satker) dilingkup pemerintahan Kabupaten Madiun aksi ngluruk Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat, Selasa (17/412).

Para tenaga sekolah dasar, tenaga kesehatan dan tenaga tehnis yang rata-rata sudah bekerja enam tahun keatas itu menanyakan ketidak lulusan dalam verifikasi katergori II.

”Saya sudah sembilan tahun mengabdi sebagai tenaga sukuan, dan saat uji public dinyatakan lulus, namun sat verifikasi berubah tidak lulus. Sedangkan yang masa kerjanya dibawah saya justru lolos, hal ini dinilai ada kejanggalan saat pelaksanaan verifikasi,” kata Pudji Astuti, salah satu tenaga sukuan SDN Sendangrejo Kec. Madiun kepada wartawan, Selasa (17/4/12).

Pudji juga mengatakan, jika pihaknya sebenarnya sudah klarifikasi ke BKD, namun alasan dari BKD, bahwa ia dan puluhan anggota sukuan yang lain belum bisa memenuhi persyaratan yang dilakukan untuk verifikasi.

Diantaranya, absensi, laporan penghasilan bulanan dari masing-masing sekolah, SK dari sekolah, dan agenda bulanan. ”Padahal untuk agenda bulanan disekolahnya sudah rusak akibat bencana banjir yang merendam sekolah beberapa waktu lalu, dan pihak BKD tidak tetap tidak mau menerima alasan itu,” papar Pudji.

Pihaknya menuntut, sebelum tanggal 19 bulan ini bisa ikut ujian yang nantinya dikirim ke BKN agar bisa mendapat K II. ”Saya dan tenaga sukuan lainnya telah menanyakan permasalahan ini pada pihak BKN yang disarankan untuk proaktif melakukan pengecekan di BKD,” tambahnya.

Hal yang sama disampaikan Andri Al Hamid tenaga sukuan guru SDN Tiron II yang menyayangkan pelaksanaan verifikasi yang mendadak, sehingga membuat sejumlah sekolah yang agenda bulanan rusak, hal ini membuat tidak bisa dilakukan verifikasi. Ia mengaharapkan ada verifikasi ulang.

Sementara itu, Kepala BKD Kabupaten Madiun, Slamet Rijadi mengatakan permasalahan ini hanya karena kesalah pahaman. ‘’Tapi yang jelas akan dilakukan verifikasi ulang secara keseluruhan baik yang sudah dinyatakan lolos maupun yang belum, agar tidak ada lagi kesalahpahaman, ‘’ kata Slamet.

Dijelaskan, secara keseluruhan untuk jumlah tenaga sukuan di semua satker pemkab Madiun mencapai ribuan. Sedangkan yang belum masuk pendataan ada sebanyak 528 tenaga. Sehingga, p[ihaknya akan berkoordinasi dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dengan batas akhir pengiriman tanggal 30 April.

‘’Namun diharapkan sampai tanggal 19 sudah bisa selesai kemudian dimasukkan dalam proses aplikasi sambil menunggu pengaduan yang nantinya akan dilakukan evaluasi. Bagi tenaga yang belum melengkapi berkas yang nantinya dilakukan pendataan dan bagi yang lolos akan mengikuti tes selanjutnya,’’ katanya.

Pihaknya juga menegaskan, bahwa BKD siap dilaporkan jika diketahui ada unsur permainan atau pungutan dalam pelaksanaan verifikasi atau penerbitan K II. Karena ia menolak dengan tegas adanya isu yang berkembang untuk pelolosan K I BKD menarik biaya 5-10 juta rupiah pada tiap tenaga sukuan. (re)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: