//
you're reading...
Uncategorized

Nunggak Rp. 2,7 Juta, Listrik Rusunawa Disegel PLN

* Pelaksana Proyek ‘Lepas Tangan’

Pilarrakyat-Madiun, Gara-gara belum bayar tagihan listrik, rumah susun sewa (Rusunawa) di Desa Kaligunting Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun disegel PT. PLN (Persero). Akibatnya, hampir satu bulan ini, rusunawa dibangun dengan biaya sebesar Rp. 12,6 miliar kondisinya gelap gulita.

Sugito, (43) penjaga Rusunawa dikonfirmasi membenarkan jika pihak PT Buana Construction sebagai pelaksana proyek belum membayar tagihan listrik bulan Maret yang jumlahnya mencapai Rp. 2,7 juta.

“Belum dibayar, karena tagihannya membengkak. Biasanya tagihan cuma Rp. 310 ribu perbulan. Tapi tiba-tiba tagihan bulan lalu mencapai Rp. 2,7 juta. Akhirnya sejak 15 hari lalu diputus oleh PLN,” kata Sugito.

Pihaknya mengaku juga sudah melaporkan permasalahan ini ke penanggungjawab perwakilan PT Buana Construction. “Tapi Pak Martin selaku penanggungjawab nggak mau nanggung tagihan listrik. Alasannya, tagihan begitu banyak,” jelasnya.

Akibat kondisi itu, pihaknya kini hanya menggunakan genset berkapasitas 2200 watt dan cukup untuk mengaliri lampu yang ada lantai dasar dan lantai dua. Sedang lantai tiga, empat dan lima jika malam hari kondisinya gelap gulita.

“Penerangan dengan lampu genset dimulai pukul 18. 00 Wib dan jam 3 pagi sudah harus dimatikan, karena bahan bakarnya terbatas. Semalam dijatah 6 liter bensin,” terang Sugito.

Kasus memalukan menimpa proyek pemerintah pusat itu, membuat kalangan DPRD setempat prihatin. Sebab itu, pihak DPRD mendesak pihak bertanggungjawab segera turun tangan guna mencari penyebabnya.

“Segera yang berkompeten turun tangan untuk menghindari image buruk dari masyarakat. Apalagi, pekerjaan sudah selesai tapi sampai saat ini belum jelas penggunaannya,” kata Ali jayadi anggota Komisi D DPRD setempat.

Hingga selesainya berita ini ditulis, pejabat yang berkompeten dengan Rusunawa belum berhasil dikonfirmasi.

Diketahui, proyek rusunawa Kabupaten Madiun dibiayai dari APBN itu, selama ini ditemukan banyak permasalahan. Bahkan, meski bangunan sudah selesai, namun kondisi sekarang mangkrak tidak berfungsi. Hal ini disebabkan, proses hibah belum selesai dan regulasi juga belum jelas.

Sebelumnya, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Arnowo juga mengaku jika pada APBD sudah dialokasikan anggaran untuk jaringan listrik dan PDAM sebesar Rp. 600 juta. Ironisnya, permasalahan yang muncul saat ini, justru listrik untuk penerangan rusunawa telah disegel oleh PT. PLN. (re)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: