//
you're reading...
Uncategorized

Tim Penyidik Temukan Kejanggalan Proyek Pasar Besar

Pilarrakyat-Madiun, Pengusutuan kasus dugaan penyimpangan proyek pembangunan pasar besar kota madiun (PBKM) mulai ada titik terang. Selasa (3/4/12), Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun dan 3 orang Tim Ahli dari Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang, yang melakukan pemeriksaan cek fisik menemukan adanya kejanggalan proyek dibiayai APBD tersebut.

Dalam pemeriksaan itu turut diundang Koordinator Komisi 3 DPRD Kota Madiun Heri Suprianto sekaligus Wakil Ketua DPRD, jajaran Komisi 3 dan pejabat terkait lainnya.

“Hasil sementara ada temuan kejanggalan pembangunan dimulai Mei 2010 lalu itu, ternyata tidak sama dengan gambar yang ada atau dikerjakan tanpa melihat gambar,” ujar Heri Suprianto.

Menurutnya ada temuan kejanggalan lain, namun enggan untuk menyampaikan termasuk dugaan adanya unsur korupsi. “Wah, soal ada korupsi atau tidaknya, saya tidak bisa komentar. Sedikit bocoran saja, kejanggalan menyangkut tiang pancang, besi dan lain-lain,” ujarnya singkat.

Hal senada disampaikan, penyidik dari Kejari Madiun yaitu Sudarsana SH menyatakan cek fisik PBKM ini dalam rangka penyelidikan dugaan korupsi dan telah memeriksa sebanyak 11 orang dari jajaran pejabat di Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun. “Hasil cek fisik hari ini (kemarin) ada beberapa temuan oleh tim,” jelasnya.

Temuan itu, tambahnya, menyangkut belum adanya laporan uji beton, tiang pancang yang ada tidak sesuai gambar hingga jadual pekerjaan yang kosong kurun Januari-Februari 2011. “Hal lain, saya tidak bisa komentar, sebab untuk kepentingan penyelidikan,” ujarnya sambil berlalu.

Dilaporkan, Tim Penyidik Kejari Madiun dan Tim Ahli Unibraw tiba di PBKM molor hampir 1;5 jam dari undangan. Begitu tiba, tim beserta Koordinator Komisi 3 DPRD Kota Madiun dan lainnya langsung melakukan pemeriksaan. “Saya minta wartawan tidak mengikuti tim selama pemeriksaan, sebab bisa menganggu konsentrasi,” ujar Sudarsana SH.

Pembangunan PBKM menelan biaya Rp 78 milyar itu, sarat kejanggalan hingga mengundang protes pedagang. Bahkan, Walikota Madiun H Bambang Irianto akhir Desember 2011 lalu menyatakan pembangunan PBKM selesai. Padahal, saat itu masih banyak pekerjaan fisik berjalan terutama bagian belakang, bahkan Walikota Madiun mengaku Rp 3,8 milyar uang pribadi demi selesainya pembangunan PBKM.

Belum lagi, dugaan KKN juga menyebar dari pembangunan PBKM dibangun PT Lince Roumula dari Jakarta ini. Akibatnya, pembangunan pasar banyak masalah, banyak distributor belum dibayar kontraktor hingga upah pekerja juga belum dibayar. (gus/yu)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: