//
you're reading...
Uncategorized

AKLINAS Proyeksikan Listrik Murah Bagi 7000 Warga Miskin

Pilarrakyat-Madiun, Motto Asosiasi Kontraktor Listrik Nasional (AKLINAS) “Terang dan merata bagi seluruh warga Indonesia”, tidak hanya isapan jempol. Buktinya, AKLINAS Kabupaten Madiun tahun 2012 memproyeksikan pemasangan listrik murah bagi 7000 rumah tangga sangat miskin tersebar di 15 Kecamatan Kabupaten Madiun.

Ketua DPD AKLINAS Madiun Iwan Susanto, mengatakan program tersebut dilaksanakan atas kerja sama AKLINAS dengan konsorsium dan Kementerian Sosial dengan sasaran sekitar 7000 RTSM.

“Sekarang ini ada sekitar 2000 KK yang telah mendaftar dan menjadi sasaran program tersebut. Berasal dari 6 kecamatan di Kabupaten Madiun, yaitu, Pilangkenceng, Dolopo, Dagangan, Wungu, Gemarang dan Karee,” kata Iwan.

DIjelaskan, dalam program ini, setiap rumah tangga sangat miskin akan memperoleh bantuan yaitu tidak dikenai tarif umum sebesar Rp. 1,2 juta alias gratis untuk pemasangan setiap daya 450 watt.

Sedangkan untuk keluarga pra sejahtera akan diberi bantuan keringanan biaya sebesar 50 persen dari tarif umum atau hanya dengan membayar Rp. 600 ribu untuk setiap daya 450 watt.

‘’Bagi warga yang memang tidak mampu, mereka kami gratiskan mulai dari penyambungan instalasi sampai listrik benar-benar menyala,” ujarnya saat mendampingi Ketua DPRD Kab Madiun Y. Ristu Nugroho melihat pemasangan instalasi dirumah Kliwon warga miskin tinggal di Rt 5 Rw 1 Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu

Menurutnya, program tersebut menelan anggaran sekitar Rp. 6 miliar dan baru berjalan sekitar tiga hari lalu. Sedang data Rumah Tangga Sangat Miskin yang dipergunakan pihaknya itu diperoleh dari Badan Pusat Statistik tahun 2011 lalu. Setelah mendapat data itu, pihaknya langsung melakukan survey ke sasaran program.

Ditambahkan, bagi warga yang ingin mendapatkan program tersebut, terlebih dahulu harus mendaftar dan memenuhi beberapa persyaratan. “Setelah mendaftar selanjutnya kami akan melakukan cek ke lokasi,” tambahnya.

Iwan menargetkan, program tersebut bisa diselesaikan pihaknya dalam waktu enam bulan mendatang. “Sebanyak 30 tim kami sebar untuk melakukan penyambungan instalasi. Mudah-mudahan 6 bulan kedepan semua pekerjaan bisa kami rampungkan,” ujarnya.

Dia berharap, PLN bisa bersinergi dengan pihaknya dan segera menyalakan instalasi listrik yang sudah lunas biaya penyambungannya. “Sesuai surat edaran direksi, setelah biaya penyambungan dilunasi, maka lima hari setelah itu, listrik sudah harus nyala,” tandasnya.

Pantauan Memo, terdapat sekitar 184 warga miskin di Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu yang belum menikmati aliran listrik. Selain antri, juga karena tak mampu bayar. Kalaupun ada yang terpasang listrik, itu pun karena pemiliknya yang rata-rata keluarga miskin menyalur dari rumah warga lain.

Seperti dialami Minten (60), Kliwon (57) dan Siswanto (48) serta ratusan warga miskin lainnya yang tinggal di Desa Sidorejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. “Buat makan saja kurang, apalagi untuk pasang listrik,” ujarnya.

Mianten berharap, Pemerintah Kabupaten Madiun memperhatikan dan tanggap dengan kondisi yang dialami warga miskin. “Kami pengin bisa menikmati listrik. Mbok yao kami ini diperhatikan,” harapnya. (re)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: