//
you're reading...
Uncategorized

Sepak Terjang Mujono Di Golkar Terancam Habis

Pilarrakyat-Madiun, Sepak terjang karier politik Mujono Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun di Partai Golkar tampaknya bakal berakhir (habis), apabila melawan aturan partai. Menyusul sikap politiknya yang bakal mencalonkan Wakil Bupati Madiun berpasangan dengan incumbent Bupati Madiun Muhtarom.

Menurut Ketua Fraksi Partai Golkar Kabupaten Madiun, Mashudi, sesuai aturan di partai Golkar, jika terdapat kader yang akan maju sebagai calon kepala daerah atau wakilnya, maka yang bersangkutan haruslah mendapat persetujuan dulu dari DPP. Sedangkan sejauh ini, bersangkutan (Mujono,red) belum pamit Partai maupun fraksi.

”Partai akan memberikan sanksi tegas. Apalagi, jika yang melakukan itu adalah kader yang duduk di DPRD. Kalau dia terbukti mbalelo, pasti akan di pecat,” kata Mashudi saat dikonfirmasi jika ada kader Golkar yang akan maju Pilkada dan diketahui menjadi tim sukses partai lain.
Kendati demikian, pihaknya tidak mempermasalahkan santernya nama Mujono masuk dalam bursa Cawabup berpasangan dengan Muhtarom. ”Sepanjang yang bersangkutan mendapat rekomendasi ya silahkan akan kita dukung. Tapi, sekali lagi sejauh ini partai belum memutuskan dan belum menentukan siapa calon yang akan diusung,” jelas Mashudi.

Hanya saja, dia berpesan, jika Mujono siap maju, ya jangan takut, tapi kalau takut ya jangan maju. ”Nek wani ojo wedi-wedi, ning neng wedi yo ojo wani-wani. Terjemahkan sendiri, tapi makna wanti-wanti kami itu tadi sudah sangat tegas. Yang pasti, siapa pun yang akan maju, pasti akan berhadapan dengan Ketua DPD partai Golkar,” pesannya.

Mashudi kembali menegaskan jika menjelang sukseksi kepemimpinan 2013-2018, partai Golkar sampai ini belum menentukan figur Cabup/Cawabup yang akan diusung. Karena ada aturan main tersendiri di internal partai, salah satunya mekanisme survey.

Dimana mekanisme itu diatur dalam petunjuk pelaksana (Juklak) partai Golkar Nomor : 13 Tahun 2011 tentang perubahan Juklak Nomor : 02/DPP/Golkar/X/2009, tertanggal 12 November tahun 2011 yang mengatur pensyaratan calon kepala daerah / wakil kepala daerah.

“Aturan tentang Pilkada memang sudah ada di Juklak itu. Lha yang jadi acuan banyak sekali. Tidak boleh ada satu pun kader yang bisa menentangnya. Sebab, Juklak tersebut yang mengeluarkan adalah DPP,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, Mujono belum berhasil dikonfirmasi. Diketahui, perkembangan suhu politik menjelang Pilkada akhir-akhir ini memang mulai memanas. Incumbent bupati Muhtarom telah memastikan ikut berlaga dengan klaim didukung masyarakat dan kyai. Rencananya didampingi Mujono Wakil Ketua DPRD Fraksi Golkar, dengan jargon “Ta-Mu”.

Sedangkan sosok figur terbaik Kabupaten Madiun yang siap bertarung melawan incumbent, yaitu Sukiman mantan Sekda Kab, Madiun (kini sekda Trenggalek) didampingi Bagus Rizki Dirnawan (Ketua DPD Partai Golkar Kab Madiun). Untuk kendaraannya, tidak lain adalah Partai Golkar dan sejumlah partai politik kini memiliki kursi di DPRD setempat.

Bahkan dukungan terhadap pasangan dengan jargon “SU-GUS” ini juga mulai mengalir, mulai dari birokrat, mantan birokrat, pengusaha, kyai, tokoh ulama, LSM/Ormas dan berbagai elemen rakyat yang meminta perubahan dan penyelesaian karut marutnya Kabupaten Madiun selama ini. (re/yu)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: