//
you're reading...
Uncategorized

Iswanto: “Pecah Kongsi Bisa Saja”

Pilarrakyat-Madiun, Setelah santer disebut-sebut bakal ‘pecah kongsi’ dengan Bupati Madiun Muhtarom, Wakil Bupati Madiun Iswanto akhirnya angkat bicara. Secara diplomatis dia tidak mengelak, jika pada suksesi kepemimpinan 2013-2018 nanti hal itu (pecah kongsi,red) akan terjadi.

“Pecah kongsi ya bisa saja wong namanya politik. Tunggu nanti saja. Lihat saja bagaimana satu tahun kedepan ini,” aku Iswanto kepada wartawan belum lama ini.

Meski demikian, dia menilai pecah kongsi merupakan sesuatu yang menyakiti hati rakyat. Karena itu, ia untuk sementara lebih konsentrasi pada apa yang sudah menjadi visi misi dijabarkan dalam RPJMD dan program lima tahun yang harus dilaksanakan oleh Bupati dan Wakil Bupati.

“Kalau masa jabatan sekarang ini saja belum berakhir sudah terjadi pecah kongsi, berarti khan mengkhianati masyarakat. Pribadi saya nggak mungkin,” ujarnya.

Meski hiruk pikuk jelang Pilkada sudah hangat dibicarakan, namun Ketua DPC Partai Demokrat sampai saat ini masih belum bersikap. Menurut Iswanti, ia masih akan menunggu keputusan dan kebijakan induk partainya. “Yang bisa memberikan kewenangan adalah DPP. Sehingga kalau saya harus dikatakan maju, kami belum bisa menentukan,” ujarnya.

Menurutnya, mengenai mekanisme pencalonan di Partai Demokrat nanti akan dilakukan oleh tim sembilan terdiri dari 7 pengurus DPC, 1 pengurus DPD dan 1 pengurus DPP. Dan tim sembilan itu baru akan bekerja pada saat KPU mulai melakukan proses pendaftaran. “Sehingga, ke depan itu saya harus bagaimana, masih akan menunggu keputusan dan kebijakan partai. Hingga saat ini pun juga belum ada survey,” jelasnya.

Sisi lain Iswanto juga menjelaskan, jika sampai saat ini pihaknya belum mengusulkan nama-nama kandidat yang akan diusung oleh Partai Demokrat ke DPP, termasuk dirinya. “Nama yang diusulkan ke DPP juga belum ada,” papar mantan Sekda Kab Madiun ini seraya menegaskan jika dirinya tidak ingin bersebarangan dengan mitra politiknya Muhtarom.

‘’Ini secara pribadi, saya seorang birokrasi yang didik puluhan tahun. Kalau atasan ingin maju lagi, saya tidak akan mencalonkan. Saya tidak ingin berbenturan atau menjadi rival politik,’’ terangnya.

Tapi, ketika ditanya bagaimana sikap politiknya ketika nanti Bupati Madiun Muhtarom tidak jadi maju pada Pilkada mendatang, Iswanto mengatakan, masih akan melihat perkembangan. “Kalau pimpinan saya ini nyalonkan, saya nggak boleh nyalonkan. Kalo Pak Tarom maju Iswanto tidak. Lha bagaimana kalau Pak Tarom tidak maju, ya lihat nanti,” tandasnya.

Sedang terkait dukungan yang mengalir deras dari kadernya yang menginginkan agar Partai Demokrat mengusung calon dari kalangan internal, Iswanto menanggapinya datar. “Ya boleh saja to. Mencalonkan khan boleh-boleh saja. Tergantung calon yang dicalonkan itu bagaimana,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, tanda-tanda ’pecah kongsi’ Bupati Madiun H. Muhtarom dengan Wakil Bupati Iswanto mulai tampak. Karena, Muhtarom yang memastikan maju pada Pilkada dengan klaim karena permintaan dari masyarakat dan kalangan kyai NU (Nahdlatul Ulama), rencana akan berpasangan dengan Mujono Wakil Ketua DPRD Kab. Madiun Fraksi Golkar.

Bahkan, pengamat politik lokal Lilik Indarto Gunawan, menilai tanda-tanda ‘Pecah Kongsi’, diprediksi sebagai kepentingan sesaat, juga ada indikasi ’perselingkuhan’ politik Muhtarom-Iswanto (Muis). (re/yu)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: