//
you're reading...
Uncategorized

Pengamat: MUIS Ada Indikasi ‘Perselingkuhan’ Politik

Pilarrakyat-Madiun, Pengamat politik lokal mulai mencermati adanya tanda-tanda ‘Pecah Kongsi’ Bupati Madiun Muhtarom dan Wakil Bupati Madiun Iswanto, yang diprediksi tidak lagi jalan beriringan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2013 mendatang. Selain dinilai sebagai kepentingan sesaat, juga ada indikasi ’perselingkuhan’ politik Muhtarom-Iswanto (Muis).

Seperti diungkapkan pengamat politik lokal Lilik Indarto Gunawan, mantan politisi PDIP. Menurutnya, pecah kongsi terjadi karena adanya perbedaan kepentingan sesaat baik itu kepentingan pribadi maupun kepentingan partai.

”Namun, manakala kepentingan itu bisa di komunikasikan, pasti akan membuahkan hasil yang bagus. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan, justru malah akan terjadi perselingkuhan politik. Dan itu akan terjadi pada pasangan Muhtarom-Iswanto (Mu-Is),” kata Lilik.

Sedang perselingkuhan politik itu, jelasnya, bisa terjadi manakala Partai Demokrat mengusung calon bupati sendiri pada Pilkada 2013 nanti. “Asal calon yang maju bukan Ketua DPC PD Iswanto. Cuma, seperti apa deal-nya dengan Muhtarom itu yang masíh kita tunggu kedepan,” papar anggota DPC PA -GMNI Madiun ini.

Meski demikian, pihaknya berharap, kondisi politik terjadi tidak akan berdampak pada inefektivitas dalam pemerintah daerah. Karena itu, dibutuhkan keberanian sikap dan kerja keras dari bupati agar pimpinan SKPD tidak hanya asal bapak senang. “Pecah kongsi adalah hal yang lazim. Hanya saja, jangan sampai terjadi politisasi birokrasi yang berakibat mandeg-nya pelayanan masyarakat,” jelas Lilik.

Sisi lain, dia juga menilai, jika menjelang Pilkada ini, SKPD di lingkup Pemkab Madiun harus dibebani target pekerjaan dan bukan target menghabiskan anggaran. Yang tidak kalah pentingnya, tambahnya, bupati harus membuat suasana sejuk pada semua SKPD. Tidak hanya untuk gol yang mendukung saja.

“Evaluasi secara kontinyu. Program yang tidak populis harus ditolak. Kebutuhan rakyat harus diutamakan sebab mereka yang memilih. Bukan para pejabat, camat dan SKPD yang justru tidak punya hak memilih,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, tanda-tanda ’pecah kongsi’ Bupati Madiun H. Muhtarom dengan Wakil Bupati Iswanto mulai tampak. Karena, Muhtarom yang memastikan maju pada Pilkada dengan klaim karena permintaan dari masyarakat dan kalangan kyai NU (Nahdlatul Ulama), rencana akan berpasangan dengan Mujono Wakil Ketua DPRD Kab. Madiun Fraksi Golkar.(re/yu)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: